AYOJAKARTA.COM -– Mencari figur pasangan Capres dan Cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas tentu bukan perkara sederhana.
Menemukan figur Capres dan Cawapres ideal, jika didasarkan pada hasil survey, maka perlu dicatat sejumlah nama tokoh.
Sejumlah tokoh yang menjadi harapan dambaan masyarakat antara lain seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno.
Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia.
“Berbicara tentang Capres yang mendulang suara, kalau parameternya itu survey atau angka statistik, saya kira harus ada nama Ganjar, Anies, Prabowo dan seterusnya,” Ujarnya.
Adi menambahkan, jika kemudian hasil survei tersebut dikabulkan sebagai bentuk Suara Tuhan, maka perlu mendapat perhatian khusus dari elit politik.
“Problemnya di 2024, anasir-anasir yang terkait dengan suara Tuhan, itu dihadapkan dengan elit yang berkuasa di partai,” tambah Adi Prayitno.
Baca Juga: Greget! Teddy Minahasa Naik Pitam Usai Ditertawakan Pengacara Dody: Ini Menghina Pengadilan!
Lebih lanjut Adi menjelaskan bahwa pilpres bukan sekedar kalah dan menang, melainkan panggung megah yang menjadi impian semua orang.
Sehubungan dengan masih disimpannya nama-nama capres oleh sejumlah partai, Adi Prayitno memberi penilaian.
“Ingin menang, iya, tapi bagaimana menempatkan kader terbaik pada singgasana puncak kandidat pencapresan, itu penyebabnya,” jelas Adi dalam sebuah diskusi.
Berdasarkan survey, menurut Adi, di dalam PDI-P sendiri dan partai lain nama Ganjar Pranowo tidak memiliki pesaing.
Namun demikian, Adi mengingatkan bagaimana sosok Ganjar di dalam kendaraan besar politik bernama PDI-P.
“Tapi ingat, Ganjar ini anak kos-kosan, bukan darah biru di PDIP, ada Puan Maharani yang dianggap sebagai replika politik Soekarno,” ujar Adi.
Baca Juga: Balasan Menohok Teddy Minahasa ke Linda yang Ngaku Istri Siri: Kok Suami Diseret
Disimpannya nama-nama besar tokoh yang dikenal luas oleh publik, menurut Adi karena adanya kepentingan oligarki elit di internal partai.
Hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi partai- partai politik tidak secara terbuka mengumumkan nama capres serta cawapresnya hingga saat ini.
Pola yang sama juga terjadi pada Ridwan Kamil yang selalu masuk dalam daftar tokoh besar pada setiap penyelenggaraan survey.
“Tapi ingat, Ridwan Kamil itu adalah petugas partai Golkar saat ini yang hingga saat ini tidak mengubah arah politiknya,” jelas Adi.
Orang penting seperti Megawati, Airlangga Hartarto serta petinggi partai lah yang pada akhirnya menjadi penentu seorang tokoh layak atau tidak.
“Sorry to say, itu belum tentu mendapatkan tiket pencapresan,” pungkas Adi seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 2 Maret 2023 dari kanal Youtube tvOneNews.***(Karseno AJ)

Share this article
Menemukan figur Capres dan Cawapres ideal, jika didasarkan pada hasil survey, maka perlu dicatat sejumlah nama tokoh.