AYOJAKARTA.COM - Beberapa pekan lalu saat vonis Richard Eliezer dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua resmi dijatuhkan, viral tangisan Rohani Simanjuntak, tante dari Brigadir J.
Tangisan yang viral terkait ringannya hukuman Richard Eliezer sebagai eksekutor yang diperintah Ferdy Sambo membuat beberapa pandangan negatif di masyarakat.
Terlebih dengan tingginya dukungan masyarakat agar Richard Eliezer divonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu 12 tahun penjara.
Dikutip ayojakarta.com pada 8 Maret 2023 dari YouTube Horas Inang Irma Hutabarat, penasihat hukum dari keluaga Brigadir J, Martin Simanjuntak memberikan klarifikasinya.
Martin Simanjuntak menyorot beberapa hal, salah satunya kebebasan berpendapat dan mengutarakan perasaan.
Ia memahami apa yang dirasakan Rohani Simanjuntak selaku tante almarhum Brigadir J dan orang yang sempat aktif menguak kasus pembunuhan berencana sang keponakan.
Lebih lanjut, Martin Simanjuntak mengungkapkan bahwa tangisan itu bentuk luapan perasaan dari Rohani Simanjuntak sendiri.
Hal ini mungkin karena ia berharap bahwa hukuman Richard Eliezer lebih berat dari 1,5 tahun penjara.
“Ya itu hanya perasaan dari Ibu Rohani sebagai tante dari Almarhum Yosua, kalian tidak boleh menghakimi orang yang berbeda perasaan,” jelas Martin Simanjuntak.
Namun yang harus digarisbawahi adalah Rohani Simanjuntak memahami peran Richard Eliezer sebagai justice collaborator.
“Tangisannya adalah tangisan terkejut, saat diwawancara pun ia juga menjelaskan ia mengetahui posisi Richard sebagai JC dan ada kemungkinan hukuman ringan,” kata penasihat hukum keluarga Brigadir Yosua tersebut.
Lebih dalam, Martin Simanjuntak menjelaskan adanya kesengajaan di tengah sidang vonis Richard Eliezer tersebut karena awak media.
“Kami sekeluarga inti dari Almarhum Yosua ada di Jakarta kemudian media datang ke rumah Rohani Simanjuntak dan menyiarkan secara live tangisan dan segala perasaannya, jadi salah siapa?” tanya Martin Simanjuntak.
Martin Simanjuntak menyesalkan apa yang dilakukan media yang memutuskan untuk menyiarkan secara live bagaimana suasana di kediaman Rohani Simanjuntak.
“Saya harap semua orang berhenti mem-bully-nya, makin sering dibully, maka kita makin terpecah belah,” tambahnya.
Irma Hutabarat juga menambahkan pernyataan terkait pecah belahnya pihak Brigadir Yosua.
“Pihak lain akan senang apabila kita terpecah belah, apalagi buzzer-buzzer itu, jangan sampai kita terpecah belah,” jelas Irma Hutabarat.
Sebelumnya, Rohani Simanjuntak diwawancara pasca keluarnya vonis Richard Eliezer dari PN Jakarta Selatan berupa pidana penjara 1,5 tahun dipotong masa tahanan.
Hal ini memicu reaksi tangis Rohani Simanjuntak, tante dari Yosua yang mana menjadi viral saat itu.
Tangisan yang mempertanyakan mengapa Hakim memvonis ringan penembak sang keponakan itupun menuai berbagai reaksi dari masyarakat.***

Share this article
Martin Simanjuntak akhirnya buka suara soal tangisan Rohani Simanjuntak tante Brigadir Yosua yang sempat viral.