AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini para pejabat dengan kekayaan tak wajar sedang disorot oleh masyarakat.
Tiga diantaranya pun berhasil diperiksa oleh Kementerian Keuangan akibat gaya hidup mewahnya sering dipamerkan di sosial media.
Sebut saja Rafael Alun Trisambodo eks pejabat Pajak Eselon III, Eko Darmanto Kepala Bea Cukai Yogyakarta dan yang terakhir adalah Adhi Pramono Kepala Bea dan Cukai Makassar.
Baca Juga: Warga Indonesia Heboh, Soal Peraturan Arab Saudi Larang Bawa Anak ke Masjid Saat Ramadan
Akibat aksi para pejabat yang kerap pamer kemewahan di sosial media, puluhan ribu pegawai Kementerian Keuangan pun dipertanyakan integritasnya.
Namun dalam sebuah pandangan yang disampaikan oleh seorang Dosen Kajian Media Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Radius Setiyawan menyebut pamernya seseorang di media sosial berhubungan dengan narcissistic personality disorder atau gangguan kepribadian.
Gangguan tersebut dijelaskan oleh Radius Setiyawan berupa beberapa perilaku yang berhubungan dengan sifat menyombongkan diri.
“Seseorang yang merasa dirinya paling hebat, menyombongkan kemampuan baik pengetahuan, penampilan, kekayaan, keahlian dan kehebatan yang lain bisa jadi orang tersebut mengidap yang namanya narcissistic personality disorder atau gangguan kepribadian narsistik,”ujar Radius dikutip AyoJakarta.com dari kampus.Republika.com (9/3/2023).
Baca Juga: Irjen Pol Teddy Minahasa Jual Barang Bukti Sabu, Sebenarnya Bagaimana Prosedur Pemusnahan Barbuk?
Dalam keterangannya Radius juga menjelaskan bahwa gangguan kepribadian ini dapat membahayakan orang disekitar pengidap, pasalnya jika merasa terancam, pengidap dapat melakukan tindakan intimidasi, bully bahkan kekerasan fisik agar lawannya merasa berada dibawahnya.
Selain itu Radius menambahkan bahwa seiring perkembangan zaman banyak orang yang menjadikan konten di media sosial sebagai acuan kehidupan agar mendapatkan pujian.
Di akhir penjelasanya radius mengatakan bahwa perilaku kebanyakan orang pamer kekayaan di sosial media tak lebih dari upaya dalam merawat status sosial.
Karena bagi sebagian orang status sosial merupakan sesuatu yang sangat penting dan akan mempertegas dari lapisan sosial mana dia berasal.
Baca Juga: Viral Video Diduga Anak Kepala Bea Cukai Makassar Lagi Dugem, Warganet: Duit Setan Dimakan Setan!
“Bagi sebagian orang merawat status sosial sangatlah penting, terlebih di media sosial, hal tersebut seolah akan menegaskan siapa dirinya pada strata lapisan sosial yang mana, tak heran jika banyak yang memperlihatkan terang-terangan kekayaan yang dimiliki, padahal hal ini sangat berbahaya, karena memberikan peluang kepada oknum tertentu dalam melakukan tindak kejahatan,” pungkas Radius.***

Share this article
Perilaku pejabat yang sering pamer harta kekayaan mulai dari Rafael Alun, Eko Darmanto hingga Adhi Parmono dinilai ahli sebagai...