AYOJAKARTA.COM---Kabar gembira untuk KPM PKH dan BPNT 2023, bantuan tambahan berupa beras, telur dan Ayam akan segera dicairkan.
Bantuan tambahan beras, telur dan ayam untuk KPM PKH dan BPNT 2023 rencananya akan dialokasikan selama tiga bulan, yakni dari Maret hingga Mei 2023.
Untuk bantuan tambahan beras akan dibagikan sebanyak 10kg per KPM PKH dan BPNT, sedangkan ayam dan telur rencanya masing-masing 1 kilogram.
Bantuan tambahan ini ditujukan untuk menekan inflasi yang terjadi pada bulan puasa dan hari raya Idul Fitri 2023.
Baca Juga: Bocor! Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2023 Cair? Berikut Informasinya...
Sebab seperti yang diketahui bersama bahwa harga pangan tiap hari raya Idul Fitri sering mengalami kenaikan.
Untuk bantuan tambahan pada Ramadan 2023 ini kemungkinan tidak langsung diberikan semuanya.
Namun bisa sampai dua tahap, kendati demikian hal ini juga masih belum ada informasi yang lebih lanjut dari Menko Perekonomian.
Untuk komoditi beras, Menko Perekonomian menggandeng Bulog guna menyalurkan bantuan tersebut.
Kemudian Bulog rencananya akan bekerja sama dengan PT POS Indonesia untuk penyalurannya.
Baca Juga: Duh! Bantuan PKH 2023 Tahap 1 Tidak Cair? Jangan Salah Lho, Ternyata Karena 5 Hal Ini
Kemudian untuk bantuan tambahan berupa ayam dan telur, pemerintah akan meminta ID Food untuk menyalurkannya.
Namun wilayah mana saja yang akan lebih dulu mendapat bantuan tambahan tersebut?
Berikut ulasannya yang dikutip dari kanal YouTube Bang Ir Channel pada Senin, 27 Maret 2023.
Bantuan akan disalurkan lebih dulu kepada tujuh Provinsi, yaitu: Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Banten, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga Jawa Barat.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, adapun golongan orang yang mendapat Bansos tersebut antara lain yakni:
Baca Juga: Asik! Pemerintah Resmi Umumkan Bansos Ramadan 2023 Berupa Sembako, Bagaimana Cara Mendapatkannya?
1 . Bantuan beras 10 kg, yang dapat menerima adalah golongan KPM DTKS yaitu KPM PKH dan BPNT.
2 . Telur dan daging ayam
Rencananya diberikan kepada balita atau anak yang berpotensi stunting sebanyak 2,1 juta penerima.***

Share this article
Namun wilayah mana saja yang akan lebih dulu mendapat bantuan tambahan tersebut?, berikut 7 provinsi yang dijadwalkan