AYOJAKARTA.COM--Pembatalan Indonesia jadi tuan rumah ajang Piala Dunia U20 masih terus menarik perhatian sejumlah tokoh penting negara.
Salah satu yang turut mengutarakan kekecewaannya adalah Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menyampaikan tanggapannya soal keputusan FIFA tersebut dalam beberapa momen.
Namun secara garis besar, Jusuf Kalla menyampaikan kekecewaannya dalam tanggapannya tersebut.
Tak hanya itu Jusuf Kalla juga sempat menyindir komitmen dari beberapa pihak yang telah menandatangani kesediaan untuk menjadi tuan rumah.
Bahkan Jusuf Kalla sampai heran, bagaimana bisa pemerintah pusat ditentang oleh pemerintah daerah soal komitmen kesediaan menjadi tuan rumah tersebut.
Jusuf Kalla hingga menyebut sebenarnya negara Indonesia ini pemerintahannya dipimpin oleh siapa.
“Karena juga ya memang aneh memang pemerintah pusat Bapak Presiden mengijinkan tapi Gubernur tidak mengijinkan ini artinya tentu FIFA bingung yang mana pemerintahan di Indonesia ini,” ujar JK.
Untuk informasi, nama Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster ramai disebut sebagai penyebab FIFA membatalkan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Pasalnya kedua tokoh negara tersebut yang blak-blakan dan tegas menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia.
Terbaru saat dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Kompas TV pada Sabtu (1/4/23), Jusuf Kalla kembali memberikan tanggapan serupa.
Jusuf Kalla kembali menyampaikan rasa sedihnya sekaligus memberi pesan penting bagi semua pihak atas kasus FIFA ini.
“Ya semua kecewa semua sedih,” ujar JK di Masjid Kampus UGM pada Jumat (31/3/23).
Tak lupa JK mengingatkan bahwa kasus FIFA ini hendaknya jadi pelajaran penting terkait dengan komitmen yang seharusnya bisa dijaga oleh semua pihak.
“Mari kita bangun dengan baik kebersamaan ini ya ke depan,” jata JK.
“tentu ini pembelajaran kita semua untuk tetap menjaga komitmen karena masalahnya masalah komitmen, terkait semua komitmen ini hilang trust,” lanjutnya.
Namun saat ditanya soal apa solusi yang harus dilakukan Indonesia kini untuk mengembalikan trust tersebut, Jusuf Kalla mengaku bingung.
“Ya saya juga bingung juga gimana caranya ya kalau menjaga komitmen ya penuhi itu,” jelasnya.

Share this article
Bahkan Jusuf Kalla sampai heran, bagaimana bisa pemerintah pusat ditentang oleh pemerintah daerah soal komitmen kesediaan menjadi tuan rumah