AYOJAKARTA.COM - Menjelang peringatan Hari Raya Idul Firti, tentunya para pemudik bersiap akan melakukan perjalanan ke kampung halamannya.
Banyak yang harus dipersiapkan oleh seorang pengemudi maupun penumpang sebelum melakukan perjalanan demi keselamatan saat berkendara.
Jusri Pulubuhu selaku instruktur keselamatan berkendara, menjelaskan faktor penyebab suatu kecelakaan dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews.
Baca Juga: MUDAH! Cara Tukar Uang Baru THR 2023 di 5.066 Lokasi Rest Area Jalan Tol di Indonesia, Cek di Sini!
"Faktor utama dari semua penyebab, atau faktor-faktor yang menjadi pemicu sebuah kecelakaan, faktor utamanya adalah manusia, artinya fokus kita itu ke manusianya, atau si pengendara atau pengemudinya," ungkap Jusri Pulubuhu.
"Dan kalau kita lihat dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi selama arus mudik dan balik pada periode sebelumnya, rata-rata pemicunya adalah keletihan," sambungnya.
Kemudian Jusri Pulubuhu menyampaikan bahwa kebugaran tubuh seorang pengendara harus dipersiapkan sebelum dan saat akan melakukan perjalanan.
Baca Juga: Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2023 Contraflow, One Way hingga Ganjil Genap
"Maka harus membangun satu pola dimana kebugaran harus terjaga selama perjalanan, dimulai dari pra perjalanan, saat perjalanan sudah harus disiapkan, dibuat sedemikian rupa," ujar Jusri Pulubuhu.
"Pengemudi harus paham kapan tanda-tanda mereka itu letih, dengan mengetahui tanda-tanda keletihan, menguap, mengantuk, melamun, karena begitu kita mengalami keletihan kemampuan persepsi kita akan turun, ibaratnya sama saja kondisi kita mabuk bawa mobil," lanjutnya.
Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan, Jusri Pulubuhu menyebutkan kondisi kendaraan yang akan digunakan.
"Kalau kendaraan sangat baku, apa yang harus dipastikan pada kendaraan, lebih-lebih kalau kendaraan itu umur sudah 5 tahun ke atas, masa yang perlu diperhatikan adalah sistem suspensinya," sebut Jusri Pulubuhu.
Baca Juga: Curhat Mahfud MD Ketika Ditantang oleh DPR Soal Kasus Rp 349 T, Kecewa Merasa Seperti Bawahan!
"Mulai kaki-kaki ban, umur ban, tekanan angin ban, telapak ban, kemudian naik ke mesin, mesin supaya tidak jadi problem dalam perjalanan harus diperiksa timing scannya, timing beltnya, mungkin waktunya diganti-diganti," sambungnya.
Berikutnya menurut Jusri Pulubuhu yang harus diperhatikan setelah kondisi mesin pada kendaraan adalah sistem kelistrikan.
"Kemudian sistem kelistrikan, sistem kelistrikan akan mempengaruhi sistem pendingin, sistem pendingin akan mempengaruhi kecemasan para pengemudi dan penumpang," ujar Jusri Pulubuhu.
Baca Juga: Ditangkap karena Narkoba, Ini Profil Aktor Sinetron HF Alias Hud Filbert dan Deretan Filmnya
"Akibatnya bisa mentrigger kesalahan-kesalahan si pengemudi di dalam perjalanan sampai emosi akan terganggu, jadi mulai kaki-kaki, mesin, kelistrikan, rem semuanya harus diperiksa dan lakukan di bengkel authorise," pungkasnya.
Maka dapat disimpulkan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak melakukan perjalanan yang pertama kondisi kebugaran tubuh pengemudi (pengendara).
Kedua kondisi kendaraan, mulai dari ban kendaraan, mesin kendaraan, dan kelistrikannya, pastikan untuk semuanya itu dilakukan pengecekan sebelum melakukan perjalanan.***

Share this article
Jusri Pulubuhu instruktur keselamatan berkendara, jelaskan faktor penyebab suatu kecelakaan dan berikan tips persiapan mudik lebaran 2023