AYOJAKARTA.COM - Heboh jadi bulan-bulanan publik isu TikToker Bima Yudho yang usai mengkritik Provinsi Lampung malah mendapat intimidasi.
Sontak TikToker Bima Yudho justru banjir dukungan termasuk dari Menko Polhukam Mahfud MD.
Disampaikan bahwa, Mahfud MD akan mendalami kasus TikToker Bima Yudho yang kabarnya mendapat intimidasi dan berurusan dengan aparat penegak hukum.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Tanda Orang Beriman, Ini Hadiah yang Allah Janjikan!
Berawal dari unggahan video TikTok Bima Yudho melalui akun Awbimax, soal kritikannya terhadap Lampung menjadi isu yang berkepanjangan.
Pasalnya kritikan tersebut tidak diterima baik oleh pemerintah setempat.
Kritikan Bima justru mendapatkan perlawanan dan laporan polisi, hingga Bupati Lampung Timur turut memanggil keluarganya.
Bima diminta untuk berhenti mengkritik soal Lampung, dan ia mendapat ancaman.
Hal ini tentu menarik perhatian publik, warga Lampung juga turut menyampaikan pendapat mereka.
Termasuk Menko Polhukam Mahfud MD juga buka suara dan memberi dukungan terhadap Bima.
Dikutip melalui kanal YouTube R66 Newlitics, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan bahwa Bima memiliki hak konstitusional atas kritikan yang disampaikan.
"Bima ini punya hak konstitusional untuk menyatakan hal itu apalagi demi perbaikan," jelas Mahfud MD.
Seorang Bupati dinilai memiliki kewajiban moral atas hal itu.
Baca Juga: RESMI! Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1444 H, Jatuh pada 21 April 2023
"Bupati itu mungkin tidak punya kewajiban hukum untuk lalu ikut itu, karena itu hanya kritik, bukan laporan ke aparat penegak hukum," jelas Mahfud MD.
"Tapi dia punya kewajiban moral, sebagai pemimpin," tambahnya.
Kabarnya, Mahfud MD akan mendalami kasus terkait Bima dan Bupati Lampung tersebut hari ini, Senin, 17 April 2023.
"Tentu saya akan komunikasi kalau APH sampai menekan. Tentu saya tidak boleh diam, kalau aparat penegak hukum ikut-ikutan," ungkap Mahfud MD.***

Share this article
Mahfud MD buka suara soal TikToker Bima Yudho yang yang dipolisikan karena kritik pemerintahan Lampung yang dinilai tidak maju