AYOJAKARTA.COM---Arogansi remaja seperti Mario Dandy dan Aditya Hasibuan yang sama-sama melakukan penganiayaan, dinilai sangat membahayakan karena dampak yang ditimbulkan bisa memberikan efek berkepanjangan kepada korban.
Sama halnya seperti Mario Dandy yang membuat korbannya mengalami kerusakan saraf serius pada bagian otak, Aditya Hasibuan juga meninggalkan trauma yang fatal pada bagian kepala korbannya, Ken Admiral.
Hal tersebut disampaikan oleh ibu Ken Admiral, Elvi Indri Putri yang menyampaikan hingga kini kondisi anaknya belum bisa kembali normal pasca penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan.
Baca Juga: Usai Digeledah Selama 2 Jam, Polda Sumut Temukan Benda Ini di Rumah AKBP Achiruddin Hasibuan
Padahal penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan kepada Ken Admiral terjadi pada 21 dan 22 Desember 2022 lalu, namun hingga saat ini Ken belum sembuh total.
Pada video penganiayaan yang beredar diketahui bahwa Ken Admiral mendapatkan benturan yang cukup keras dari pukulan, tendangan dan benturan ke aspal.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (27/4/2023), Elvi Indri Putri mengatakan bahwa anaknya telah kembali ke Manchester pada 4 Januari untuk menempuh pendidikan.
Di sana ia masih harus mengikuti perawatan berupa terapi kepala dan terapi mata. Karena Ken merasa bahwa bola matanya selalu terasa berdenyut-denyut bahkan hingga saat ini.
Selain itu, kini Ken juga jadi tidak bisa menghadapi cahaya yang terlalu terang, karena matanya tidak mampu melihat ketika ada sorot cahaya yang terlalu tajam.
Berdasarkan hasil analisis tim medis di Manchester, Ken mengalami infeksi pada bola matanya yang menyebabkan kondisi matanya tidak seperti kondisi ketika normal.
“Terapi kepalanya, bola matanya itu berdenyut-denyut sampai sekarang masih berdenyut-denyut matanya. Kalau melihat lampu silau, sama sekali nggak bisa,” kata Elvi.
Baca Juga: Gaya Hidup Mulai Dikuliti, Ternyata Segini Gaji AKBP Achiruddin Hasibuan, Tapi Punya Rumah Mewah
“Sudah ke rumah sakit di Manchester, ada suratnya saya sudah kasih ke Polda itu infeksi apa gitu dalam bola matanya, kalau yang lain luka yang lain, lebam semua sudah sembuh,” lanjutnya.
Dapat diketahui dari foto pada laporan yang diserahkan Ken kepada Polrestabes bahwa kedua matanya memerah setelah penganiayaan karena mendapat pukulan yang cukup keras.
Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat vital dan amat sangat berbahaya ketika mendapatkan benturan keras.
Karena kekerasan yang dilakukan oleh Aditya, kini ia sudah ditangkap oleh Polda Sumut dan ditetapkan menjadi tersangka dan dimungkinkan terjerat pasal 351 ayat 2 dengan ancaman 5 tahun penjara.***

Share this article
Di manchester, Ken Admiral masih harus mengikuti perawatan berupa terapi kepala dan terapi mata pasca penganiayaan oleh Aditya Hasibuan