AYOJAKARTA.COM - Adian Napitupulu, Koordinator Kampanye Relawan Ganjar, mengungkapkan ketidakpeduliannya terhadap survei Poltracking Indonesia baru-baru ini.
Survei tersebut menemukan bahwa Prabowo Subianto memiliki peringkat elektabilitas tertinggi, melampaui Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Politikus PDIP Adian Napitulu tersebut menilai bahwa survei tersebut dilakukan setelah polemik U20 dan sebelum pencanangan Ganjar oleh PDIP.
Baca Juga: iPhone 15 Series Bakal Hadir Pada 2023, Berikut Bocoran Spesifikasinya!
Adian berpendapat PDIP dan Tim Relawan Kampanye Ganjar tidak boleh bersaing dengan orang yang berkali-kali kalah dan tidak punya pengalaman menang.
Selain itu Adian menambahkan bahwa mereka membutuhkan lawan yang lebih seimbang untuk dihadapi.
Meskipun Prabowo mungkin memiliki kemampuan untuk memenangkan hati orang, dia tidak pernah memiliki kemampuan untuk memenangkan dirinya sendiri.
Adian mengklarifikasi bahwa dia tidak sombong atau meremehkan, tetapi dia yakin mereka harus menemukan pasangan yang lebih seimbang.
"Orang menang boleh bangga, bangga bukan sebuah keangkuhan. Tapi, ketika kita diadu dengan yang kalah berkali-kali itu sebuah kesombongan, kita harus diadu dengan yang sepantar," ujar Adian dikutip AyoJakarta.com dari Republika pada (29/4/2023).
Adian berharap adanya perbandingan apple-to-apple, membuat pertarungan lebih berimbang.
Dia menilai pertarungan Ganjar dan Prabowo kurang seru karena Prabowo tidak pernah menang.
Apalagi, Poltracking telah memberikan disclaimer bahwa survei tersebut tidak hanya dilakukan setelah polemik Piala Dunia U20, tetapi juga sebelum PDIP secara resmi mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presidennya pada 2024.
Apalagi selisih elektabilitas Prabowo dan Ganjar relatif kecil, masing-masing 33,0% dan 31,1%.
Padahal survei tersebut dilakukan sebelum PDIP secara resmi menetapkan Ganjar Pranowo sebagai capresnya.
Adian juga menyebut Anies Baswedan juga mengalami lonjakan elektabilitas setelah deklarasi.***

Share this article
Adian Napitupulu berpendapat PDIP dan Tim Relawan Kampanye Ganjar tidak boleh bersaing dengan orang yang berkali-kali kalah. Siapakah dia?