Waspada Peningkatan Sinar UV Pada Pukul 10.00 – 16.00! Ada Hubungannya dengan Gelombang Panas Asia?

Waspada Peningkatan Sinar UV  Pada waktu-waktu Tertentu Ini
Waspada Peningkatan Sinar UV Pada waktu-waktu Tertentu Ini

AYOJAKARTA.COM---Saat ini Indonesia sedang diserang cuaca panas ekstrem dan adanya peningkatan sinar UV akibat adanya gelombang panas di Asia yang sebenarnya tidak tepat mengenai wilayah Indonesia.

Akibat adanya gelombang panas di Asia, pancaran sinar UV yang sampai di wilayah Indonesia menjadi meningkat pada pukul 10.00WIB – 16.00 WIB.

Sinar UV merupakan bagian dari radiasi sinar matahari yang sebenarnya terjadi setiap hari di Indonesia dan konteksnya berbeda dengan peningkatan suhu karena perubahan musim.

Namun kedua hal ini terjadi secara bersamaan sehingga publik memiliki asumsi bahwa peningkatan sinar UV dengan peningkatan suhu saling berkaitan.

Baca Juga: Kamu Pecinta Makanan Ini? Sebaiknya Hindari Mengkonsumsinya Saat Cuaca Panas Ekstrem Ini, Dehidrasi Mengintai

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (1/5/2023), menurut BMKG peningkatan suhu di beberapa wilayah di Indonesia sebenarnya tidak ada kaitannya dengan gelombang panas Asia.

PLT Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dodo Gunawan menyampaikan bahwa sesungguhnya Indonesia tidak akan terkena gelombang panas.

Karena gelombang panas hanya terjadi pada wilayah yang memiliki daratan cukup luas dan terjadi pada wilayah yang lintangnya lebih tinggi daripada Indonesia.

“Jadi gelombang panas ini atau heatwave ya biasanya terjadi pada wilayah yang memiliki dataran yang cukup luas yang artinya benua dan terjadi pada lintang yang lebih tinggi daripada posisi Indonesia,” kata Dodo Gunawan.

Baca Juga: Waspada Cuaca Panas Ekstrem, Kenali Gejala Tubuh Ini dan Cara Menghadapinya Agar Terhindar dari Dampak Buruk

“Kalau Indonesia ini berbeda, jadi tidak terdapat fenomena gelombang panas karena pertama secara geografis wilayah Indonesia ini terselang-seling oleh kepulauan ya,” lanjutnya.

Menurut data dari BMKG, biasanya gelombang panas terjadi di wilayah Eropa dan juga Amerika yang posisinya di lintang tinggi dan juga mengalami 4 musim.

Dodo Gunawan menjelaskan bahwa bisa dikatakan gelombang panas jika suatu wilayah mengalami peningkatan hingga 5 derajat dari suhu biasanya, dan ini terjadi selama kurang lebih 5 hari berturut turut.

BMKG menjelaskan bahwa meningkatnya suhu udara yang terjadi di Indonesia bukan berasal dari gelombang panas Asia, melainkan karena pengaruh dari gerak semu matahari.

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2023 akan Lebih Kering dari 3 Tahun Terakhir, Lakukan Antisipasi dari Sekarang

“Kita lebih dipengaruhi oleh faktor posisi gerak semu matahari, April dia mencapai suhu tinggi di wilayah Indonesia kemudian berikut nanti tinggi lagi di Oktober,” ujar Dodo Gunawan.

Ketika Indonesia sudah memasuki musim kemarau di bulan April maka posisi matahari akan berada tegak lurus dengan wilayah Indonesia dan awan-awan penghujan sudah mulai hilang, inilah yang menyebabkan panas sinar matahari lebih terasa karena tidak ada lagi yang menghalangi.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# peningkatan sinar UV
# Gelombang Panas Asia
# perubahan musim
# cuaca
# BMKG

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.