AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Indonesia saat ini tidak terkena dampak dari gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di sebagian besar negara-negara di Asia Selatan.
Meskipun ada peningkatan suhu di beberapa lokasi, namun hal ini masih terkendali dan tidak tergolong sebagai gelombang panas.
Menurut BMKG, fenomena pergerakan matahari yang terjadi saat ini berpengaruh pada peningkatan suhu di beberapa daerah di Indonesia.
Baca Juga: Seperti Mario Dandy, Penganiayaan yang Dilakukan Aditya Hasibuan Berakibat Fatal Kepada Korbannya
Suhu maksimum yang tercatat di Indonesia mencapai 37,2°C di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat pada pekan lalu, meskipun secara umum suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34°C-36°C.
Menurut BMKG, peningkatan suhu tersebut disebabkan oleh fenomena pergerakan matahari yang berada di belahan Bumi Bagian Utara.
"Suhu panas di Indonesia bukan Gelombang Panas, dan suhu maksimum harian sudah mulai turun," Ungkap Dwikorita Karnawati Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dikutip AyoJakarta.com dari press release BMKG pada 28/4/2023.
Fenomena ini disebabkan karena matahari berada tepat di atas khatulistiwa Indonesia, sehingga suhu udara di beberapa daerah di Indonesia mengalami peningkatan.
Baca Juga: Rizky Febian Blak-blakan Sebut Ibunya Selingkuh dari Sule, Ada Dugaan Kena Santet
Secara jelas juga BMKG memberikan informasi bahwa cuaca panas yang terjadi belakangan ini dapat terjadi di setiap tahunnya dan tidak menutup kemungkinan dapat terjadi juga kedepannya.
"Terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," ujar Dwikorita.
Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap peningkatan suhu yang dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.
Masyarakat diharapkan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada saat-saat terpanas dan selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi cukup air putih serta menghindari makanan pedas dan berlemak.
BMKG juga mengingatkan bahwa perubahan iklim yang terus terjadi dapat menyebabkan gelombang panas semakin sering terjadi di masa depan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dapat mempercepat pemanasan global dan perubahan iklim.***

Share this article
Menurut BMKG, fenomena pergerakan matahari yang terjadi saat ini berpengaruh pada peningkatan suhu di beberapa daerah di Indonesia.