AYOJAKARTA.COM – Seorang ayah di Gresik tega membunuh anaknya sendiri yang sedang tertidur dengan melakukan penusukan menggunakan pisau dapur.
Korban merupakan anak satu-satunya yang usianya masih 9 tahun dari tersangka bernama Muhammad Qodad Afalul alias Affan.
Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Wirdhan menjelaskan bahwa pelaku pembunuh tega menghilangkan nyawa anaknya sendiri karena masalah ekonomi.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (1/5/2023), ironisnya 3 hari sebelum pembunuhan, sang anak ditinggal pergi oleh ibunya dan hanya berada berdua saja dengan ayahnya.
“Tersangka ini mengaku ia membunuh anaknya ini karena salah satu yang pertama karena terlilit masalah ekonomi. Karena bapaknya ini atau tersangka ini tidak mampu membiayai anaknya dan juga 3 hari sebelum kejadian ini yang bersangkutan ditinggal oleh istrinya,” kata Aldhino Wirdhan.
Tersangka mengaku selama ini bekerja secara serabutan untuk menghidupi keluarganya, kadang bekerja di konveksi dan kadang menjadi kuli bangunan.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Gresik, ternyata tersangka sudah merencanakan pembunuhan dari 6 bulan yang lalu bahkan sebelum sang istri meninggalkannya.
Baca Juga: Biker Wajib Tahu! Viral Bengkel Nakal Hen’s Motor Sport, Berikut 5 Tips agar Tak Kena Tipu Bengkel
Di samping itu, istri dari tersangka kerap kali mengunggah foto bersama laki-laki lain di media sosialnya sehingga membuat tersangka merasa cemburu.
Rasa cemburunya itu kemudian diduga berubah menjadi depresi setelah sang istri pergi meninggalkan rumah dengan membawa sejumlah uang.
Sebelumnya korban dikabarkan sering dibully oleh teman-temannya karena tidak mampu beli barang-barang yang teman-temannya miliki ditambah lagi teman-temannya mengetahui bahwa ibu korban bekerja di tempat hiburan malam.
Suami istri yang merupakan orang tua korban memang diakui oleh para tetangga sering kali cekcok karena masalah ekonomi.
Baca Juga: Update Terbaru Fitur Whatsapp, Mulai Simpan Pesan Hingga Satu Akun untuk Banyak HP!
Namun keduanya sangat menyayangi anaknya dan tidak pernah melakukan KDRT. Alasan tersangka akhirnya memutuskan untuk membunuh anaknya adalah karena berpikir tidak mau anaknya menderita terus menerus.
Jadi tersangka membunuh anaknya agar sang anak cepat masuk surga dan tidak lagi menderita di dunia karena masalah ekonomi.
“Si bapaknya ini merasa lebih baik saya bunuh saja, dia cepat masuk surga dari pada dia menderita terus dibully sama temannya, diminta-mintain sesuatu tapi nggak bisa diturutin,” ujar Aldhino Wirdhan.
Akibat perbuatannya, tersangka kenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup.***

Share this article
Tega, seorang ayah bunuh anak kandungnya yang masih di bawah umur dan di rencanakan sejak 6 bulan lalu? Motifnya bikin geleng kepala