AYOJAKARTA.COM---Sering menjadi topik perbincangan di media sosial, terutama pasca menjadi bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan tanggapi komentar warganet. Bagaimana komentar warganet menurut Anies Baswedan?
Menjadi sosok yang dikenal oleh masyarakat berarti siap akan komentar baik positif oleh negatif, di era digital ini seseorang yang dikenal di media sosial disebut influencer, dan komentar dari warganet merupakan makanan pokok.
Dikutip oleh ayojakarta.com pada 30 Mei 2023 melalui kanal Youtube Anies Baswedan, sosok bakal Capres 2024 itu membagikan pendapatnya terkait komentar warganet atau netizen. Hal ini karena terungkap sosok Anies Baswedan mengaku membaca komentar warganet.
Menurut sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, seseorang bisa memberikan komentar positif atau negatif. Sehingga Anies juga menanggapi dengan santai.
Bahkan sosok mantan Mendikbud tersebut tidak pernah menggunakan kata haters atau pembenci di media sosial termasuk kutipan tentang haters.
“Saya tidak pernah menggunakan kata itu, atau kutipan itu. Saya menggunakan kata ’komentar,’” jelas Anies.
Menurut Anies komentar bisa positif atau negatif dan itu merupakan hal yang biasa. Hal yang lumrah. Dan komentar adalah cerminan yang mengomentari.
Baca Juga: Jadi Modal Nyapres 2024, Anies Baswedan Banggakan Hasil Kepemimpinannya sebagai Gubernur Jakarta
Apabila komentar itu substantif, maka akan menjadi catatan tersendiri untuk Anies Baswedan dan tim. Sementara apabila bukan, maka bukan tanggung jawabnya ketika seseorang marah-marah atau menyebarkan kebencian di media sosial.
Lebih lanjut, sosok Anies menegaskan komentar negatif sejak zaman dahulu sudah ada. Entah era 50an atau 70an pun sudah ada. Namun di saat itu belum ada media sosial.
“Mereka membagikan komentar secara langsung saat berkumpul di warung kopi. Komentar saat itu bisa positif bisa negatif,” kata Anies.
“Namanya orang di wilayah publik itu pasti diomongin, dilihat positifnya, negatifnya. Dilebih-lebihkan. Apapun, sesuatu yang sejak dahulu ada,” tambah sosok bakal Capres 2024 ini.
Baca Juga: Lepaskan Penat dari Rutinitas, Begini Cara Healing Anies Baswedan yang Menyenangkan!
Anies Baswedan mengaku bahwa ia lebih memikirkan apa yang ditulis sejarawan di masa depan daripada apa yang ditulis warganet hari ini.
“Misal saat saya menjadi Gubernur DKI kemarin, biarlah orang menengok ke situ Apa kebijakan tentang jalur sepeda, apa kebijakan tentang trotoar, apa kebijakan tentang transportasi umum,” kata sosok bakal Capres yang belum mengumumkan sosok Cawapresnya ini.
Saat itu ketika Anies Baswedan membuat trotoar menjadi keramaian di kalangan warganet. Namun ketika trotoar akan dibongkar, ramai orang yang ingin mempertahankan dan mulai melirik nasib si pejalan kaki di DKI Jakarta.
Hal tersebut adalah contoh kecil bagaimana warganet boleh berkomentar hari ini. Namun masa depan yang akan menentukan.***

Share this article
Menurut sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, seseorang bisa memberikan komentar positif atau negatif. Sehingga Anies juga menanggapi santai