AYOJAKARTA.COM---Setiap negara tentunya akan mengalami perubahan dalam segala aspek di dalamnya.
Negara yang maju dan berkembang tentu akan mengalami peningkatan dalam berbagai hal yang juga bisa mensejahterakan masyarakatnya.
Apakah Indonesia memiliki tanda-tanda sebagai negara maju dan berkembang, atau mungkin memiliki tanda-tanda negara yang gagal?
Bakal calon presiden Anies Baswedan menyampaikan tanda-tanda negara yang gagal seperti dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Anies Baswedan.
Anies Baswedan menyebut ada study dari sebuah buku yang berjudul 'why nations fail?, mengapa negara gagal?' sebagai modal untuk Indonesia bangkit.
"Ada sebuah buku berjudul why nations fail?, mengapa negara gagal? studi ini bukan studi teoritis," ungkap Anies.
"Studi ini mengumpulkan berbagai peristiwa, mengambil hikmahnya, apa yang harus kita perhatikan supaya kita bisa bangkit ke depan," lanjutnya.
Kemudian Anies Baswedan menyebutkan dua unsur yang menjadi tanda-tanda negara yang gagal, yaitu institusi politik dan ekonomi.
"Dan diantara tanda-tanda mengapa negara gagal, mengapa kemunduran adalah dua unsur utama, institusi politik dan institusi ekonomi," jelas Anies.
"Ketika institusi politik, institusi ekonomi itu bersifat ekstraktif, memeras maka pelan-pelan negaranya akan turun," sambungnya.
Menurut Anies Baswedan berbeda jika institusi ekonomi dan politik sifatnya inklusif, pelan-pelan negara akan kuat dan berkembang.
"Tapi kalau institusi ekonomi, institusi politik sifatnya inklusif, memberikan kesempatan setara kepada semua pelan-pelan negara akan bangkit menjadi kuat, menjadi makin berkembang," ujar Anies.
Anies Baswedan mengatakan negara yang institusi politiknya memeras dan menyingkirkan, kekuatan kewenangan hanya pada satu pemimpin, tidak disebar.
"Negara dengan institusi politik yang bersifat memeras, menyingkirkan, cenderung mengkonsolidasikan kekuatan kewenangan pada satu pemimpin, pada satu grup, pada satu kelompok, kekuasaannya tidak disebar dan dibagikan kepada semua," ungkap Anies.
Baca Juga: Siap Menang Pilpres 2024, Tiga Pentolan Partai Pendukung Anies Baswedan Bertemu di Pulau Pribadi
"Negara dengan institusi politik yang bersifat memeras, menyingkirkan, memberikan partisipasi yang terbatas, partisipasi yang terkendali," tambahnya.
Kemudian Anies Baswedan menyebut institusi politik seperti itu sering tidak mengindahkan etika, dan aturan hukum.
"Bahkan mereka-mereka yang berbeda pikiran politiknya sering dipinggirkan dari arena, negara dengan institusi politik yang memeras menyingkirkan, ini sering tidak mengindahkan etika, sering tidak mengindahkan aturan hukum," jelas Anies.
Selain itu, Anies Baswedan menyebut politik seperti itu seringnya menerapkan sistem tebang pilih, dan hanya menguntungkan pihak yang berada di lingkar kekuasaan saja.
"Bahkan peraturan bisa ditekak-tekuk, bisa diterapkan tebang pilih, yang sering kali dibuat hanya untuk menguntungkan mereka yang sedang berada di dalam lingkar kekuasaan," kata Anies.***

Share this article
Anies Baswedan menyebutkan dua unsur yang menjadi tanda-tanda negara yang gagal, yaitu institusi politik dan ekonomi.