Anies Baswedan Paham Cara Membuat Indonesia Bangkit? Bakal Capres 2024 Itu Sebutkan Ciri Negara Gagal

Anies Baswedan
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM---Setiap negara tentunya akan mengalami perubahan dalam segala aspek di dalamnya.

Negara yang maju dan berkembang tentu akan mengalami peningkatan dalam berbagai hal yang juga bisa mensejahterakan masyarakatnya.

Apakah Indonesia memiliki tanda-tanda sebagai negara maju dan berkembang, atau mungkin memiliki tanda-tanda negara yang gagal?

Bakal calon presiden Anies Baswedan menyampaikan tanda-tanda negara yang gagal seperti dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Anies Baswedan.

Anies Baswedan menyebut ada study dari sebuah buku yang berjudul 'why nations fail?, mengapa negara gagal?' sebagai modal untuk Indonesia bangkit.

Baca Juga: Anies Baswedan Berpotensi Dijegal Akibat Gonjang-Ganjing Demokrat, Koalisi Perubahan Tegaskan Hal Ini

"Ada sebuah buku berjudul why nations fail?, mengapa negara gagal? studi ini bukan studi teoritis," ungkap Anies.

"Studi ini mengumpulkan berbagai peristiwa, mengambil hikmahnya, apa yang harus kita perhatikan supaya kita bisa bangkit ke depan," lanjutnya.

Kemudian Anies Baswedan menyebutkan dua unsur yang menjadi tanda-tanda negara yang gagal, yaitu institusi politik dan ekonomi.

"Dan diantara tanda-tanda mengapa negara gagal, mengapa kemunduran adalah dua unsur utama, institusi politik dan institusi ekonomi," jelas Anies.

"Ketika institusi politik, institusi ekonomi itu bersifat ekstraktif, memeras maka pelan-pelan negaranya akan turun," sambungnya.

Baca Juga: Blak-blakan! Anies Baswedan Bicara Soal Negara Gagal, Singgung Beda Pikiran Politik Akan Disingkirkan

Menurut Anies Baswedan berbeda jika institusi ekonomi dan politik sifatnya inklusif, pelan-pelan negara akan kuat dan berkembang.

"Tapi kalau institusi ekonomi, institusi politik sifatnya inklusif, memberikan kesempatan setara kepada semua pelan-pelan negara akan bangkit menjadi kuat, menjadi makin berkembang," ujar Anies.

Anies Baswedan mengatakan negara yang institusi politiknya memeras dan menyingkirkan, kekuatan kewenangan hanya pada satu pemimpin, tidak disebar.

"Negara dengan institusi politik yang bersifat memeras, menyingkirkan, cenderung mengkonsolidasikan kekuatan kewenangan pada satu pemimpin, pada satu grup, pada satu kelompok, kekuasaannya tidak disebar dan dibagikan kepada semua," ungkap Anies.

Baca Juga: Siap Menang Pilpres 2024, Tiga Pentolan Partai Pendukung Anies Baswedan Bertemu di Pulau Pribadi

"Negara dengan institusi politik yang bersifat memeras, menyingkirkan, memberikan partisipasi yang terbatas, partisipasi yang terkendali," tambahnya.

Kemudian Anies Baswedan menyebut institusi politik seperti itu sering tidak mengindahkan etika, dan aturan hukum.

"Bahkan mereka-mereka yang berbeda pikiran politiknya sering dipinggirkan dari arena, negara dengan institusi politik yang memeras menyingkirkan, ini sering tidak mengindahkan etika, sering tidak mengindahkan aturan hukum," jelas Anies.

Selain itu, Anies Baswedan menyebut politik seperti itu seringnya menerapkan sistem tebang pilih, dan hanya menguntungkan pihak yang berada di lingkar kekuasaan saja.

"Bahkan peraturan bisa ditekak-tekuk, bisa diterapkan tebang pilih, yang sering kali dibuat hanya untuk menguntungkan mereka yang sedang berada di dalam lingkar kekuasaan," kata Anies.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# negara gagal
# Capres 2024
# Koalisi Perubahan
# Anies Baswedan

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.