AYOJAKARTA.COM - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis analisis penurunan elektabilitas bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Elektabilitas Anies Baswedan dinilai kian merosot dibanding bakal capres lainnya seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Analisis berbasis studi dilakukan oleh Prof Saiful Mujani pada program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ pada episode ‘Mengapa Elektabilitas Anies Menurun?’ melalui siaran YouTube SMRC TV pada Kamis (8/6/2023).
Baca Juga: Jelas! Ternyata Ini Alasan Mahfud MD Enggan Jadi Cawapres Anies Baswedan, karena Ada Parpol yang..
Saiful Mujani menjelaskan bahwa Anies Baswedan merupakan fenomena politik baru yang bisa menarik partai politik untuk mencalonkannya.
Padahal mantan Gubernur DKI Jakarta ini bukan elite politik maupun berasal dari anggota partai.
Hal ini menunjukkan bahwa dirinya memiliki nilai politik yang besar.
Saiful Mujani juga sudah melihat adanya kemungkinan banyak orang yang memberi harapan pada Anies Baswedan.
Baca Juga: Terbongkar, Ini Sikap Anies Baswedan Saat di Rumah Menurut Sang Istri!
Apalagi dengan tagline politiknya ingin melakukan perubahan atau perbaikan politik Indonesia sehingga masuk akal jika ada yang memberikan dukungan padanya.
Namun mengapa dukungan Anies Baswedan tidak berkembang bahkan cenderung menurun?
Padahal survei SMRC menunjukkan bahwa pada Desember 2022 dukungan pada mantan Gubernur DKI Jakarta dan Prabowo Subianto memiliki suara seimbang yakni 28,1 persen.
Bukan itu saja, Anies Baswedan juga sempat mengalami kemajuan dari bulan Mei 2021 yakni 23,5 persen menjadi 28,1 persen di bulan Desember 2022.
Namun memasuki tahun 2023 sampai survei terakhir SMRC di awal Mei 2023, elektabilitas Anies Baswedan mengalami penurunan drastis.
Yakni dari 28,1 persen pada bulan Desember 2022 menjadi 19,7 persen di awal Mei 2023 sehingga dirinya mengalami penurunan sekitar 8,4 persen.
Bukan itu saja, sejalan dengan elektabilitas yang menurun tingkat kesukaan atau likeabilitas publik pada bakal capres KKP ini juga mengalami penurunan memasuki tahun 2023.
Dari likeability Anies Baswedan pada Desember 2022 yakni 78 persen turun menjadi 70 persen pada survei SMRC 30 April hingga 7 Mei 2023.
Saiful Mujani yang juga pendiri SMRC mengungkapkan ada dua hal yang bisa menyebabkan semakin menurunnya elektabilitas dari bakal capres Anies Baswedan yang telah diteliti.
Baca Juga: Koalisi Perubahan untuk Persatuan: Puan Maharani Sempat Masuk Bursa Cawapres Anies Baswedan
Menurutnya, aspek pertama adalah persoalan ideologi.
Aspek ini dinilai berlaku untuk jangka panjang.
Pada aspek ideologi dalam skala 0-12, masyarakat Indonesia menempatkan dirinya di angka 4,75.
Berdasarkan data tersebut, Saiful Mujani menilai bahwa publik cenderung mengidentifikasi diri dekat dengan ideologi Pancasila.
“Sentimen ideologis pemilih Indonesia adalah lebih cenderung Pancasila, bukan politik Islam. Jadi kalau ditanya publik Indonesia itu ideologinya apa? Ideologinya Oancasila yang moderat,” jelas pendiri SMRC dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube SMRC TV, Jumat (9/6/2023).
Sedangkan secara umum menurut Saiful Mujani Anies Baswedan dinilai oleh pemilih lebih condong pada politik Islam.
Sementara pemilih pada umumnya kurang condong ke politik Islam dan lebih condong ke ideologi Pancasila.
“Itu satu faktor yang membuat Anies tidak mudah berkembang secara electoral,” ujarnya.
Selain itu faktor lainnya berasal dari persepsi publik atas kondisi ekonomi. Yang mana penilaian publik terhadap kondisi ekonomi nasional sudah pulih kembali ke kondisi awal sebelum pandemi Covid-19.
Baca Juga: Optimis, Anies Baswedan Berharap Partai Koalisinya Dapat Suara Positif di Jawa Barat
Bukan itu saja, kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai meningkat dari waktu ke waktu dan kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi juga semakin meningkat sejak enam bulan terakhir.
“Peningkatan persepsi positif warga pada kondisi ekonomi menyebabkan penurunan elektabilitas Anies,” jelas Saiful Mujani.
Lebih lanjut, pendiri SMRC ini mengungkapkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan menjadi lebih lemah karena ada peningkatan kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi.
Yakni sekitar 80 persen bahkan mencapai 82 persen, sementara di tahun 2022 hanya sekitar 70 persen.***

Share this article
Berikut ini penyebab elektabilitas Anies Baswedan merosot tajam hingga diisukan gagal dapat tiket Capres 2024.