AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah nama tokoh Indonesia sudah dikantongi PDI Perjuangan untuk dipinang menjadi cawapres Ganjar Pranowo.
Selain Erick Thohir dan Mahfud MD serta Airlangga Hartarto, Puan Maharani selaku Ketua Umum DPP PDI P juga menyebut nama lain untuk menjadi wakil Ganjar Pranowo.
Diantaranya Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Basuki Hadimuljono, Nasaruddin Umar, serta Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bacawapres Ganjar Pranowo.
Munculnya nama AHY dalam daftar kandidat bakal cawapres, tentu saja membuat sebagian kalangan bergejolak.
Sebagaimana telah diketahui AHY yang merupakan orang nomor 1 di Partai Demokrat, telah bergabung dalam Koalisi Perubahan dengan Anies Baswedan sebagai Capres.
Namun demikian, munculnya nama AHY dalam bursa cawapres menurut sebagian kalangan merupakan gimmick politik.
Sehubungan dengan adanya nama AHY dalam daftar cawapres untuk menjadi pendamping Ganjar, Effendi Gazali memberi tanggapan.
Menurut Pakar Komunikasi Politik tersebut, pernyataan yang dilontarkan Puan mengenai AHY dalam daftar tidak lain hanya sebatas pernyataan.
Baca Juga: Dapat Dukungan Perindo, Ganjar Pranowo: Kelak Jadi Kekuatan Politik di Parlemen
“Pernyataan harusnya demi persatuan, tetapi memang lebih banyak muncul kesan hanya untuk pernyataan,” jelas Efendi.
Efendi menambahkan, jika dalam waktu dekat masing-masing Ketua Umum tidak melakukan pertemuan, maka ucapan Puan itu PHP pernyataan hanya pernyatan.
Adanya anggapan bahwa pernyataan Puan Maharani merupakan salah satu upaya untuk memecah Koalisi Perubahan, Efendi memberi tanggapan.
Menurutnya apa yang diungkapkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dalam konteks tersebut masih terlalu dini untuk dinilai.
Terlebih karena pernyataan terkait 10 nama bacawapres bagi Ganjar Pranowo dilakukan usai penyelenggaraan Rakernas.
“Jadi saya lebih melihat tadi, sebagai formalitas pernyataan hanya pernyataan, saya rasa teman-teman di Partai Demokrat tidak mudah terpancing,” imbuhnya.
Baca Juga: Nama AHY Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo Disebut Kabar Baik oleh Pengamat Politik, Kok Bisa?
Lebih lanjut Efendi menganggap, pernyataan Puan Maharani terkait dengan munculnya nama AHY bukanlah upaya melakukan penjegalan bagi Anies.
“Ini bukan untuk memecah belah, saya rasa bukan di level itu pertandingan untuk sampai pada memecah belah,” jelasnya.
Alasan pernyataan terkait munculnya nama AHY tersebut juga sempat dijelaskan oleh Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto.
Dimana pernyataan Puan tidak lain sebagai bentuk upaya untuk menetapkan semangat merangkul seluruh elemen politik.
Untuk bisa mengetahui dan mendalami esensi dari pernyataan tersebut, maka langkah-langkah konkret juga perlu diperlihatkan.
“Akan sangat mengejutkan jika kemudian AHY menjadi Wapres bagi Ganjar Pranowo,” pungkas Efendi seperti dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 10 Juni 2023 dari tayangan Youtube Metro TV.***(Karseno AJ)

Share this article
Munculnya nama AHY dalam daftar kandidat bakal cawapres, tentu saja membuat sebagian kalangan bergejolak.