AYOJAKARTA.COM – Weton tulang wangi atau darah amis semakin ramai disebut saat memasuki tahun baru islam atau dalam budaya jawa disebut 1 suro.
Di Indonesia sendiri yang masih kental akan budaya, bulan suro khususnya malam 1 suro memang identik dengan hal-hal berbau mistis.
Sehingga bagi para pemilik weton tulang wangi atau darah amis disebut-sebut sering mengalami gesekan atau gangguan hal gaib pada malam 1 suro.
Baca Juga: Momen Inara Rusli Sumringah Dilamar Pengacara Ganteng di Depan dr Richard Lee
Pasalnya seseorang yang memiliki weton tulang wangi dipercaya sangat disukai oleh makhluk halus.
Itulah sebabnya orang dengan weton tulang wangi kerap merasakan energi gaib di malam 1 suro seperti tiba-tiba pusing, mual, agak berat pada bagian tengkuk, dan tanda-tanda yang berkaitan dengan energi gaib lainnya.
Sedangkan yang termasuk dalam weton tulang wangi ini adalah hari lahir Jawa diantaranya, Senin Pahing, Senin Wage, Selasa Legi, Rabu Kliwon, Rabu Pahing, Kamis Wage, Jumat Pon, Minggu Kliwon, Senin Kliwon, Sabtu Wage, dan Sabtu Legi.
Lantas apakah sebenarnya yang harus dilakukan oleh pemilik weton tulang wangi dalam menghadapi satu suro?
Baca Juga: Alasan Yamaha XMAX 250 Patut untuk Dimiliki, Ini Sederet Fitur dan Spek Terbarunya!
Dikutip AyoJakarta.com dari akun TikTok @joquinnshop pada (17/7/23), dijelaskan jika pemilik weton tulang wangi tidak perlu takut menghadapi malam 1 suro.
Mereka hanya perlu menerima dan memahami beberapa kondisi unik yang mungkin dirasakan oleh pemilik weton dengan lapang dada.
Perlu diketahui jika di frekuensi lain sana ada dunia berbeda yang berjalan bersandingan dengan dunia kita.
Sama halnya dengan dunia kita, di frekuensi lain sana juga ada masyarakat yang hidup dan melakukan berbagai aktivitas layaknya manusia biasa.
Hal itulah yang kemudian kadang menimbulkan kemungkinan gesekan atau bahkan kesamaan frekuensi dengan masyarakat kita dan masyarakat di sana.
Sedangkan sebagai manusia biasa, pastinya akan ada saatnya kita lelah baik secara fisik maupun mental, dan frekuensi dua masyarakat yang beda dunia ini bisa bergesekan atau bahkan bertemu.
Itulah yang kemudian bisa menimbulkan dampak mulai dari kelelahan tanpa sebab, rasa was-was yang tidak beralasan, merasa mendengar atau melihat sesuatu.
Hingga muncul pemikiran atau emosi negative yag hati kecil kita sebenarnya menyadari jika itu bukanlah berasal dari diri kita sendiri.
Tidak perlu panik, pada fase ini pemilik weton tulang wangi hanya perlu untuk segera melawan sebisa mungkin dan segera menyadari jika ada sesuatu yang mencoba mengambil alih tubuh.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Morowali Sulawesi Tenggara
Pasalnya jika dibiarkan atau tidak dilawan tentunya akan menimbulkan resiko bagi diri sendiri atau bisa kerasukan serta bagi orang sekitar.
Selanjutnya isi pikiran dengan hal-hal yang positif agar tidak sampai kosong dan jangan lupakan untuk terus meminta pertolongan kepada Tuhan.
Demikian ulasan mengenai cara yang bisa dilakukan oleh pemilik weton tulang wangi saat menghadapi satu suro, namun perlu dicatat bahwa hal ini adalah bagian dari kebudayaan, boleh percaya boleh tidak.***

Share this article
Weton tulang wangi atau darah amis semakin ramai disebut saat memasuki tahun baru islam atau dalam budaya jawa disebut 1 suro.