AYOJAKARTA.COM—Saat Persidangan Kode etik Ferdy Sambo pada Kamis, 25 Agustus 2022 lalu, tertangkap kamera ada seorang Polwan sedang mengusap mata.
Diduga polwan yang saat itu hadir dan melihat jalannya sidang kode Etik Sambo di KKEP di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta menangis
Sidang kode Etik yang berlangsung 18 jam tersebut memutuskan Ferdy Sambo dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Amalan yang Jadi Pertanda Kiamat Masih Lama, Apakah Itu?
Sanksi ini terkait kasus meninggalnya Brigadir J, ajudannya yang melibatkan Ferdy Sambo.
Pemecatan Sambo ini juga menimbang perilakunya yang tidak mencerminkan abdi negara.
Atas keputusan pemecatan dirinya, Ferdy Sambo langsung mengajukan banding.
Mengutip pikiran-rakyat.com, Minggu (28/8/2022) daalam artikel “Polwan Ini Diduga Menangis di Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Identitasnya Langsung Jadi Sorotan sejumlah hal menjadi sorotan dalam Sidang Kode Etik Ferdy Sambo mulai dari kegiatan yang disiarkan langsung, namun tidak disertakan suaranya.
Sehingga publik pun terus penasaran terjadap jalannya Sidang Ferdy Sambo.
Tak hanya itu, seorang Polwan yang ada di ruang sidang tersebut turut menjadi sorotan. Ketika usai Sidang Ferdy Smabo langsung keluar, Polwan tersebut nampak mengusap matanya dalam keadaan duduk.
Belum diketahui apakah Polwan tersebut tengah menangis, atau memang hanya sekadar mengusap mata.
Namun beredar di masyarakat terkait Polwan tersebut dalam sebuah video, dan langsung dikomentari banyak warganet. Kendati sosok Polwan tersebut masih belum diketahui identitasnya.
Baca Juga: Fakta Pemeriksaan Putri Candrawathi di Bareskrim Polri, Dicecar 80 Pertanyaan Selama 12 Jam
"Mungkin anak buah dekat?" ujar seorang netizen, dikutip dari Instagram @kabarnegri.
"Jangan suudzon, matanya kelilipan aja kali," kata netizen lain.
"Itu polwan sedih teringat keluarga korban... Mungkin," ucap netizen.***

Share this article
Diduga polwan yang saat itu hadir dan melihat jalannya sidang kode Etik Sambo di KKEP di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta menangis