AYOJAKARTA.COM-- Hacker Bjorka masih menjadi trending topik di masyarakat.
Bagaimana tidak, sosok hacker yang belum diketahui identitasnya ini menjadi viral tatkala aksinya meretas data-data penting di Indonesia mencuat.
Bjorka sendiri diketahui meretas 1,3 miliar data simcard, kemudian mengantongi 26 juta history browsing pelanggan Indihome, dan data-data lainnya.
Bahkan yang paling menghebohkan, Bjorka berhasil meretas data penting negara yang berisi dokumen rahasia Presiden Jokowi.
Banyak masyarakat yang mendukung aksi Bjorka tersebut, karena dianggap berhasil membongkar kasus-kasus besar yang selama ini ditutupi negara.
Namun tidak sedikit masyarakat yang kemudian menjadi khawatir terkait data-data pribadi mereka yang diretas oleh Bjorka tersebut.
Apalagi diketahui bahwa Bjorka juga meretas data-data dari KPU.
Tidak ada yang tahu akan digunakan untuk apa data-data tersebut oleh Bjorka nantinya.
Namun terkait aksi Bjorka meretas data-data KPU tersebut menimbulkan asumsi apakah hal ini akan berdampak pada pemilu presiden nanti.
Seperti yang kita ketahui, tahun 2024 mendatang akan kembali diadakan pemilihan umum Presiden Indonesia yang baru.
Dikutip dari kanal Youtube Kamar Jeri pada (23/9/2022), diinformasikan bahwa kebocoran data KPU yang diretas oleh Bjorka ini mungkin bisa saja mempengaruhi hasil Pemilu Presiden tahun depan.
Baca Juga: Resmi Berkencan, Ini Alasan Leonardo DiCaprio Terpesona pada Gigi Hadid
Diketahui saat itu Jerry mengundang Putra Aji yang merupakan sosok White Hacker sebagai bintang tamu dalam Youtubenya.
Awalnya Jeri menanyakan pendapat Putra Aji mengenai aksi yang dilakukan Bjorka tersebut yang justru dianggap pahlawan oleh masyarakat.
Putra Aji menjawab tidak setuju dengan pendapat terhadap Bjorka tersebut.
Menurutnya apa yang dilakukan oleh Bjorka ini sangat merugikan masyarakat dan pemerintah.
Lebih lanjut Aji menjelaskan jika data yang dibobol oleh Bjorka tersebut berpotensi digunakan secara tidak bertanggung jawab.
Misalkan untuk modus penipuan dan menghack data pribadi penting seperti akun bank.
“Jadi data ini berbahaya banget sih apalagi bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.” tutur sosok White Hacker tersebut.
Putra Aji menambahkan, “Jadi potensinya itu lebih banyak sih bahayanya.”
Dari pernyataan Aji tersebut sontak Jeri mengingatkan mengenai kebocoran data KPU yang berhasil diretas oleh Bjorka.
Jeri mengatakan, “Dan geng ini udah mau 2024 Bro.”
“Sebentar lagi akan ada pemilihan Presiden yang mana ini akan membutuhkan data kita sebagai pemilih,” jelas pemilik kanal Youtube Kamar Jeri tersebut.
Baca Juga: Sejarah Pemerintahan Indonesia Saat G30S PKI Beserta Hubungan Antar Aktornya
Youtuber Kamar Jeri mengatakan, bisa jadi data kita sebagai pemilih gunakan untuk kepentingan pemilu 2024 mendatang.
“Kalo kalian golput jangan kalian pikir kalian benar-benar golput”, tegas Jeri.
Jeri menambahkan, “Data kalian yang sudah bocor digunakan untuk seolah-olah memilih salah satu calon si presiden itu gitu.”
Baca Juga: Fahri Hamzah Bantah Omongan Luhut soal Larangan Nyapres Bagi Orang Luar Jawa: Dibikin 0 Persen!
Dari pernyataan Jeri tersebut, Putra Aji juga menuturkan hal yang sama dengan menjawab, “Bisa.”
Jika dilogika memang apa yang dikhawatirkan oleh Jeri dan Putra Aji tersebut bisa saja terjadi.
Data base yang dijual di marketplace situs dark web berpotensi dibeli oleh orang yang tidak bertanggung jawab kemudian digunakan sebagai alat untuk mendongkrak hasil pemilu. ***

Share this article
Data yang Dihack Oleh Bjorka Berkaitan Dengan Pemilu Presiden 2024, ini bahaya yang akan terjadi terkait dengan kebocoran data pada Pilpres