AYOJAKARTA.COM - Akhir-akhir marak pemberitaan mengenai gagal ginjal akut misterius yang dialami anak-anak.
Hingga akhirnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah menarik 6 merek obat sirup anak.
Melihat hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan imbauan khusus kepada semua pihak baik tenaga kesehatan dan rumah sakit untuk sementara menghentikan peresepan obat sirup yang diduga terkontaminasi etilen glikol.
Baca Juga: Tertangkap Kamera , Ferdy Sambo Main Mata dan Beri Kode Ini Kepada Pria Ini, Warganet : Waspada!
Piprim Basarah Yanuarso, Ketua IDAI menjelakan jika diperlukan, tenaga kesehatan dapat meresepkan obat pengganti yang tidak terdapat dugaan obat yang terkontaminasi.
Ia menyebut jika peresepan obat pengganti hanya boleh dilakukan oleh dokter yang memperhatikan dosis berdasarkan berat badan, kebersihan, pembuatan dan tata cara pemakaian.
Selain itu, Piprim juga memberi imbaua kepada masyarakat khususnya para orang tua agar tidak membeli obat bebas tanpa rekomendasi dari tenaga kesehatan.
Baca Juga: Bau dan Kotor! TPA Cipayung Depok Banjir Sampah
Dilansir AyoJakarta dari Republika TV, Piprim menyebutkan imbauan dan informasi sebagai berikut, jika :
1. Tenaga kesehatan menghentikan sementara peresepan obat sirup yang diduga terkontaminasi etilen glikol, atau dietilen glikol sesuai hasil investigasi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM)
2. Bila memerlukan obat sirup khusus, misalnya obat anti epilepsi, atau lainnya, yang tidak dapat diganti sediaan lain harap konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau konsultan anak.
3. Apabila diperlukan, tenaga kesehatan dapat meresepkan obat pengganti yang tidak terdapat dalam daftar dugaan obat terkontaminasi, atau dengan jenis sediaan lain seperti suppositoria (obat yang dimasukkan ke dalam anus) atau dapat mengganti dengan obat puyer dalam bentuk tunggal (monoterapi.
Baca Juga: 3 Gempa di Jawa, Papua, dan Sumatera Hanya Dalam Kurun Waktu 1 Jam
4. Peresepan obat puyer tunggal hanya dilakukan oleh dokter dengan memperhatikan dosis berdasarkan berat badan anak
kebersihan pembuatan, dan tata cara pemberian.
5.Tenaga kesehatan diimbau untuk melakukan pemantauan secara ketat terhadap tanda awal Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) ini.
baik yang di rawap inap maupun dirawat jalan
6. Rumah sakit meningkatkan kewaspaan deteksi dini Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) dan secara kolaboratif mempersiapkan penanganan kasusnya.
Baca Juga: IDAI Beri Imbauan Terkait Gangguan Ginjal Akut dalam Obat Sirop Anak, Waspadai Gejala Ini!
Selain itu, IDAI juga mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua untuk tidak membeli obat bebas di luaran tanpa rekomendasi tenaga kesehatan.
IDAI menjelaskan imbauan kepada para orang tua, seperti :
1. Masyarakat untuk sementara waktu untuk tidak membeli obat bebas tanpa rekomendasi dari tenaga kesehatan, sampai didapatkan hasil investigasi menyeluruh oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
2. Masyarakat hendaknya tetap tenang dan waspada terhadap gejala Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA) ini seperti berkurangnya atau tidak adanya buang air kecil (BAK) secara mendadak.
3. Sebaiknya mengurangi aktivitas anak-anak, khususnya balita, yang menyebabkan terpapar risiko infeksi seperti dalam kerumunan. ruang tertutup, tidak menggunakan masker dan lain-lain.
Demikian imbauan dari IDAI jika tidak ada pengganti obat sirup anak.

Share this article
Maraknya gagal ginjal akut misterius pada anak, IDAI beri imbauan pada orang tua dan tenaga kesehatan jika tak ada pengganti obat sirup anak