AYOJAKARTA.COM – Susi, ART Ferdy sambo dianggap tidak masuk akal oleh hakim di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada Eliezer.
Sebelumnya, Susi, ART Ferdy Sambo hadir sebagai saksi di persidangan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pada sidang tersebut, Majelis Hakim yang meminta keterangan dari saksi Susi tidak kuasa menahan emosinya mendengar cerita ART Ferdy Sambo yang tidak masuk akal tersebut.
Baca Juga: Susi ART Ferdy Sambo Peragakan Putri Candrawathi Tergeletak, Pakar Mikro Ekspresi: Saya Cukup Kagum
Susi bercerita ketika ada suatu adegan dimana Kuat Maruf menyuruh dirinya untuk melihat kondisi Putri Candrawathi yang terjatuh di depan kamar mandi.
“Saya tidak tahu, tapi saya disuruh Om Kuat untuk mengecek ibu ke atas. Saya buru-buru ke atas dan liat Ibu Putri Candrawathi dalam keadaan tidak berdaya,” ucap susi, dalam rekaman sidang yang diunggah ulang akun TikTok @dioysius.
Hakim kemudian bertanya, bagaimana bisa Kuat Maruf memerintah dirinya kalau Kuat sendiri belum melihat keadaan Putri Candrawathi.
“Kan saudara yang memerintahkan adalah saudara Kuat, tau dari mana Kuat. Apakah saudara Putri berteriak terlebih dahulu?,” tanya hakim.
“Saudara tidak tahu, tapi saudara tiba-tiba disuruh Kuat untuk naik ke atas,” tambahnya.
Kemudian, Susi bercerita bahwa ia tidak mengetahui hal tersebut dan melanjutkan ceritanya.
Susi mengatakan bahwa saat itu kondisi Putri Candrawathi sudah tergeletak dengan badan yang dingin.
Hakim kemudian bertanya lagi perihal apa yang terjadi pada saat itu, ketika Susi menghampiri Putri Candrawathi.
“Saudara katanya badannya dingin semua (Putri Candrawathi), emangnya saudara megangin?,” tanya hakim.
“Siap, megang tangannya sama kakinya Ibu, saya peluk. Saya panik dan nangis,” jawabnya.
Mendengar jawaban tersebut, hakim kemudian bertanya apa yang dilakukan oleh Susi ART Ferdy Sambo setelahnya.
“Saudara pegang, saudara peluk. Terus apa yang saudara lakukan?,” ucap hakim.
Susi kemudian menjelaskan bahwa dirinya hendak meminta tolong kepada Brigadir J, tetapi Putri Candrawathi melarangnya. Barulah kemudian ia memanggil Kuat Maruf untuk memberikan pertolongan.
“Saya minta tolong sama omnya, terus Ibu mendengar suara saya. Ibu berkata jangan Om Joshua,” ucap Susi.
“Ya sudah saya manggil Om Kuat, Om Kuat tolongin Ibu. Baru Om Kuat naik ke atas” tambahnya.
Mendengar jawaban yang kurang memuaskan dari Susi, hakim kemudian mempertegas untuk mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya.
“Saya belum nanya Joshua. Kan saudara teriak, terus?,” tanya hakim dengan tegas.
“Teriak, terus Om Kuat naik ke atas, nanya kenapa Ibu begini,” jawab Susi.
“Terus Om Joshua mau naik ke lantai dua, tapi dihalau sama Om Kuat,” tambahnya lagi.
Dengan sedikit kesal, hakim kemudian mengatakan bahwa cerita dari Susi tersebut tidak masuk akal.
“Saya mau nanya sama saudara, masuk akal nggak sih cerita saudara ini?,” tanya hakim.
hakimkemudian mengatakan bahwa cerita tersebut tidak masuk akal ketika Putri Candrawathi membutuhkan pertolongan tetapi Kuat Maruf malah bertengkar dengan Brigadir J.
“Sementara saudara menemukan saudara Putri tergeletak, saudara minta tolong. Saudara Kuat sama saudara Joshua berantem, dilarang naik. Masuk akal nggak?,” tegasnya sekali lagi.
“Ketika saudara minta tolong, kan berharap siapa saja yang mendengar suara saudara naik membantu. Kok saudara bisa memastikan ia menghalau Joshua dari mana?,” tanya hakim.
“Kan Om Kuat naik ke atas, liat Joshua mungkin di bawah mau naik ke atas,” jawab Susi.
Mendengar jawaban yang sangat tidak memuaskan tersebut, hakim kemudian mengatakan bahwa cerita ART Ferdy Sambo tersebut settingan.
Ia kemudian menjelaskan ulang tentang cerita dari Susi tersebut yang ia nilai sama sekali tidak masuk akal.
“Loh, belum sampai situ. Inilah kalo namanya settingan ya begini. Kau anggap kami bodoh,” ucap hakim.
“Tadi kan saya tanya. Ketika saudara menemukan saudara putri tergeletak, saudara berharap siapapun yang mendengar membantu,” tegasnya.
“Tapi saudara malah bercerita bahwa saudara Kuat berantem dengan Joshua, kan lucu. Ga masuk akal kalo cerita begitu, kalo cerita pelan-pelan,” tambahnya.
Hakim kemudian menegaskan ulang bahwa cerita Susi tidak masuk akal, ketika Kuat Maruf bukannya membantu Putri Candrawathi tetapi malah bertengkar dengan Yosua.
“Jadi saudara kuat bukannya membantu malah berantem sama Joshua. Kok tiba-tiba malah berantem di bawah, ga masuk akal,” pungkasnya.***

Share this article
Susi, ART Ferdy sambo dianggap tidak masuk akal oleh hakim di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada Eliezer.