AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan jaringan radikalisme terus bermetamorfosis.
Salah satunya yakni terorisme yang semakin berkembangan dari segi metode dan pola pergerakannya.
Teroris terus berkembang dalam kelompok yang terafiliasi sehingga banyak melakukan perubahan sesuai situasi dan zaman.
BNPT terus memantau dan mengamati setiap perkembangan gerakan terorisme dari berbagai bentuk perubahannya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bukti Kuat Maruf Miliki Hubungan dengan Putri Candrawathi, Berani Sentuh hingga Miliki Arka?
Boy Rafli Amar optimis bangsa Indonesia dapat menekan dan mengatasi jaringan radikalisme ini.
BNPT terus memberi peringatan agar masyarakat bersama-sama waspada atas pengaruh intoleransi.
Tentunya pengaruh intoleransi ini tidak sesuai kepribadian bangsa Indonesia yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila.
"Dengan kewaspadaan yang tinggi, pengaruh-pengaruh intoleransi yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita, kita bisa tekan dan kita bisa atasi," ujar Boy Rafli Amar.
Baca Juga: Heboh! Anne Ratna Mustika Dilaporkan soal Dugaan Pemalsuan Plat Nomor Kendaraan, Warganet Beri Sentilan Pedas
Boy Rafli Amar mengingatkan masyarakat untuk menjaga semangat toleransi dan penghormatan atas keberagaman seperti semboyan Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika.
Selain itu, Boy Rafli Amar mengobarkan semangat masyarakat agar menjaga nilai kegotong-royongan dan rasa saling hormat menghormati.
"Oleh karena itu perlu semangat semua pihak untuk melawan segala bentuk ketidaksesuaian nilai-nilai yang bertentangan dengan kepribadian bangsa kita yang penuh dengan semangat toleransi, penuh dengan semangat penghormatan atas keberagaman, penuh dengan semangat kegotong-royongan, penuh dengan rasa hormat menghormati," jelas Boy Rafli Amar.
Apabila masyarakat Indonesia menjaga nilai-nilai kepribadian bangsa tersebut, Boy Rafli Amar yakin dapat mengatasi terorisme.
Baca Juga: Link Live Streaming Final Hylo Open 2022 : Ginting, Rehan/Lisa Siap Boyong Medali!
Menurutnya, ideologi terorisme sangat bertentangan dengan hal itu.
"Jadi ideologi terorisme yang tidak senang dengan suasana yang toleransi, beragama, penuh rasa persatuan," ungkap Boy Rafli Amar.
Kepala BNPT mengajak masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Oleh karena itu tradisi budaya yang tidak berkepribadian itu, mari sama-sama kita tolak, kita jadikan budaya bangsa kita yang termanifestasikan dalam nilai-nilai Pancasila itu menjadi sebuah kebiasaan," ujar Boy Rafli Amar.
Dengan begitu Indonesia akan terhindar dari jaringan radikalisme seperti teroris.***

Share this article
BNPT terus memberi peringatan agar masyarakat bersama-sama waspada atas pengaruh intoleransi yang tentunya tidak sesuai dengan pancasila.