AYOJAKARTA.COM - Nama Ismail Bolong tengah viral lantaran telah membuat pengakuan atas isu setoran hasil tambang ilegal ke petinggi Polri.
Dimana pengakuan tersebut beredar melalui video yang viral di media sosial.
Memang sempat dibantah oleh pihak Polri bahwa pengakuan tersebut tidak benar.
Baca Juga: Buntut Panjang Video Viral Ismail Bolong, Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto Dilaporkan ke Propam
Namun hal ini masih perlu diselidiki lebih lanjut soalkebenaran isu Ismail Bolong yang terlibat bisnis tambang batu bara ilegal.
Beredarnya kabar ini dinilai Menkopolhukam, Mahfud MD, yang mengaitkannya dengan isu perang bintang di tubuh Polri.
Tak hanya Mahfud MD, Anggota Komisi III DPR RI juga mendorong pihak Polri untuk segera memastikan isu perang bintang tersebut.
Menurut Mahfud MD, ada isu perang bintang di tubuh Polri terlebih dari dugaan Ismail Bolong yang membongkar adanya gratifikasi dalam Polri.
Dalam video mantan anggota Polri tersebut, Ismail Bolong mengaku sebagai pengepul batu bara ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Dari hasil tambang yang tidak memiliki izin itu, Ismail mengaku telah menyetor sejumlah uang Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri pada September, Oktober dan November 2021.
Baca Juga: Viral Pengakuan Ismail Bolong, Mahfud MD Ungkap Isu Perang Bintang di Tubuh Polri
Namun beredar lagi informasi bahwa Ismail Bolong membantah pengakuannya sendiri dan menyebut dirinya mendapat tekanan dari Karopaminal Polri Hendra Kurniawan saat membuat video tersebut.
Meskipun begitu, Mahfud MD dan Arsul Sani selaku anggota Komisi III DPR RI menegaskan agar pihaknya tetap menelusuri kebenaran kasus tersebut.
Mahfud MD berkata terlihat sejumlah Jenderal sedang membuka kartu Jenderal lainnya dan ia menegaskan ini harus segera diredam.
Baca Juga: Viral Video Ismail Bolong, Nama Komjen Agus Andrianto dan Hendra Kurniawan Ramai Dikaitkan
"Isu perang bintang terus menyeruak. Dalam 'perang' ini, para petinggi yang sudah berpangkat bintang saling buka kartu truf. Ini harus segera kita redam dengan mengakar masalahnya," tulis Mahfud MD.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP yakni Arsul Sani mendorong penyelidikan untuk mengusut benar tidaknya isu perang bintang.
"Ini harus ditangani ya, harus kemudian diselidiki, karena apa yang mengemuka juga belum tentu benar ya, tetapi apakah benar atau tidak itu kan tidak bisa hanya sekedar misal dibantah oleh polri sendiri bahwa itu tidak benar," ujar Arsul Sani dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV.
Ia juga menginginkan agar reformasi kultural polri dipercepat sehingga dapat memulihkan kepercayaan publik.
"Kami yang di Komisi III juga menginginkan agar Pak Kapolri juga bisa lebih cepat lagi, lebih tegas lagi dalam mengakselerasi reformasi kultur yang ada di Polri," ujar Arsul Sani.***

Share this article
Mahfud MD dan anggota DPR buka suara soal video viral Ismail Bolong, diduga ada perang bintang di tubuh Polri.