AYOJAKARTA.COM - Nama Ismail Bolong meramaikan jagat dunia maya belakangan ini dikarenakan adanya video pengakuan setor-menyetor uang kepada petinggi Polri.
Pada video tersebut, dirinya mengaku mengirimkan uang sebesar Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.
Namun selang sehari video tersebut viral, pria ini kembali muncul dengan pengakuan yang berbeda.
Video pernyataan kedua Ismail Bolong diunggah melalui Akun Instagram @majeliskopi08.
Pada videonya kali ini, Ismail mengklarifikasi pernyataan sebelumnya bahwa dirinya tidak pernah mengirimkan uang dan tidak mengenal Komjen Agus Andrianto.
"Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar, saya tidak pernah berkomunikasi dengan bapak Kabareskrim apa lagi memberikan uang dan saya tidak kenal," ucap Ismail dengan sedikit terbata-bata.
Ismail mengatakan dirinya mengaku kaget video tersebut viral.
Dirinya juga mengaku bahwa pada Bulan Februari dirinya didatangi orang dari Paminal Mabes Polri yang bertujuan untuk memeriksa dirinya.
Kemudian pada penjelasan berikutnya dirinya mengaku mendapat tekanan dari Brigjen Hendra untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim.
Baca Juga: Mengejutkan! Ismail Bolong Minta Maaf Pada Kabareskrim dan Mengaku Diintimidasi Hendra Kurniawan
Brigjen Hendra Kurniawan merupakan Jendral bintang satu dengan jabatan Kabagbinpam Roopaminal Divpropam Polri.
Saat ini, Brigjen Hendra telah dipecat dari kepolisian atas keterkaitannya pada kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Viralnya pernyataan Ismail Bolong kemudian membuat Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia berkomentar.
Mahfud MD mengatakan bahwa isu perang bintang di tubuh polri yang juga menyertakan isu tambang batubara ilegal bukanlah isu baru.
Seperti yang dijelaskan pada video Ismail, dirinya menyebutkan nama Komjen Agus Andrianto.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Komjen Agus Andrianto merupakan Jenderal bintang tiga yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.
Selain itu, Komjen Agus juga tercatat sebagai anggota tim khusus bentukan Kapolri dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.***

Share this article
Nama Komjen Agus Andrianto dan Hendra Kurniawan ramai dikaitkan seiring viralnya video Ismail Bolong.