AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan berita ratusan mahasiswa IPB dikabarkan terjerat pinjaman online (Pinjol).
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Rabu (16/11/2022), kasus ini bermula saat ada beberapa mahasiswa ditawari sebuah investasi untuk membesarkan sebuah usaha pada toko online dengan keuntungan sebesar 10 persen.
Salah satu korban menceritakan pada awalnya pelaku menjelaskan mengenai bentuk kerjasamanya yaitu untuk menaikkan rating toko yang dimiliki oleh pelaku.
Setelah itu para korban diminta untuk mengaktifkan ShopeePay Later, SPinjam, Akulaku dan Kredivo.
Baca Juga: Geger! Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjaman Online dan Tertipu Investasi Bodong
Dari pinjaman-pinjaman tersebut para korban diberikan keuntungan sebesar 10 persen dari nominal yang dicairkan.
Korban pun menjelaskan bahwa keuntungan yang didapatkan akan digunakan untuk mendanai sebuah acara di kampus.
Dari 162 mahasiswa yang mengaku terjerat pinjaman online, sebagian sudah melaporkan hal ini ke Polres Bogor Kota, namun sebagian lagi belum melapor dengan alasan takut pada orang tua.
Yatri Indah Kusumastuti sebagai biro komunikasi IPB menjelaskan bahwa pihak IPB merasa prihatin atas masalah yang menimpa para mahasiswa.
"Tentu saja merasa prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswa kami, dan sejumlah mahasiswa kami seratus lebih terlibat jadi korban pinjaman online ini. Tentu saja IPB sangat memperhatikan hal ini, saat ini kami sedang mengumpulkan data, mengcrosscheck kembali, kenapa sebab-sebabnya apa yang terjadi," jelas Yatri.
Baca Juga: Begini Modus Penipuan Pinjol yang Menjerat 116 Mahasiswa Versi Rektor IPB University
Hingga kini pihak IPB meminta para mahasiswa yang terkena kasus ini untuk segera melapor karena akan didata dan diberi bantuan hukum.
Prof. Drajat Martianto l, Wakil Rektor Bidang Pendidikan & Kemahasiswaan IPB menambahkan bahwa korban dari investasi ini ada 300an orang, namun yang berasal dari IPB ada 116 orang.
Prof. Drajat menjelaskan bahwa kemungkinan korban masih bisa bertambah karena masih ada yang belum melaporkan.
Jadi untuk sementara 116, sedangkan sisanya 300 orang berasal dari perguruan tinggi lain, jadi ini bukan berasal dari mahasiswa IPB nampaknya," ucap Prof. Drajat.
Korban lainnya tersebar dari berbagai Universitas di Bogor, Jakarta, Jawa Tengah bahkan Sumatera Utara.
"Investasi ini sudah berjalan dari tahun lalu sampai Agustus tahun ini dan berjalan lancar, namun baru meledak akhir-akhir ini, kerjasama ini menjadi tidak lancar dan aura penipuannya kental sekali," pungkas Prof. Drajat.***

Share this article
Berikut tanggapan Wakil Rektor IPB terkait ratusan mahasiswanya yang terjerat pinjaman online atau pinjol.