AYOJAKARTA.COM - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 diadakan di Bali, Indonesia selama 2 hari yaitu 15-16 November 2022.
Ini menjadi ajang untuk Indonesia agar dapat mempromosikan kebudayaannya, salah satunya yaitu batik.
Pertemuan forum kerjasama internasional ini mendapat perhatian dari dunia.
Baca Juga: Netizen Tuai Pujian! Potret Prabowo Berjalan Tidak di Atas Karpet Merah Pada KTT G20 Bali 2022
Ada beberapa unggahan beredar yang menampilkan petinggi-petinggi dari beberapa negara berkumpul menggunakan pakaian batik dari Indonesia.
Dari foto tersebut, kedapatan ada komentar miring dari seseorang yang mengklaim dirinya sebagai Political Youtuber.
Dirinya mengkritik pakaian yang dikenakan oleh para pejabat yang tidak lain adalah pakaian tradisional Indonesia, batik.
“Apa yang dikenakan para idiot ini?” ketik warga London melalui aku Twitter @MahyarTousi.
Tweet tersebut langsung dibanjiri oleh komentar geram warga Indonesia. Tentu saja warga Indonesia tidak bisa terima begitu saja jika pakaian tradisionalnya diolok-olok.
Namun lucunya tidak hanya warga Indonesia yang geram, terdapat juga warga Malaysia yang membela warga Indonesia pada perkara ini.
Baca Juga: Makin Mahal! Farel Prayoga Go Internasional Tampil Dalam Acara KTT G20 di Bali, Begini Faktanya
“Aku dari Malaysia dan aku mendukung tetangga negaraku Indonesia dalam hal ini,” ketik @fuzzy_***.
Diketahui bahwa sebelumnya pernah terjadi keributan antara warga Indonesia dan warga Malaysia yang memperebutkan hak cipta batik.
“Terima kasih, kita akan memperdebatkan kepemilikan (hak cipta) batik apakah milik Indonesia atau Malaysia di lain waktu,” balas salah satu warga Indonesia dengan akun @showm4k***.
Baca Juga: Ini Pemilik Hotel The Apurva Kempinski Bali untuk KTT G20, Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia
Tapi ternyata saat ini kedua kubu Indonesia dan Malaysia kompak bergabung untuk membela batik dari olok-olokan.
“Iya iya, kita kesampingkan dulu. Kita fokus ke musuh yang lebih besar,” balas warga Malaysia tersebut.
Setelah @MahyarTousi mendapat begitu banyak teguran bahkan sampai mendapat ancaman pembunuhan, dirinya langsung membuat klarifikasi.
Baca Juga: Chef Arnold Jadi Koki di KTT G20, Masakannya Langsung Dipantau Jokowi hingga Luhut Binsar
“Menyusul sejumlah ancaman pembunuhan dan pesan dari warga negara Indonesia dan pejabat pemerintah, saya ingin menyampaikan foto ini yang diunggah di media sosial oleh banyak dari kita di Inggris yang telah menyebabkan pelanggaran di Indonesia,” ketik @MahyarTousi menjelaskan.
“Kami biasanya menemukan politisi kami menjadi kaki tangan kelompok dan budaya untuk tujuan PR (Public Relation)... ngeri dan berusaha keras. Tidak ada niat untuk menyinggung tradisi budaya manapun. Kami akan mengkritik politisi bahkan jika mereka mengenakan hoodie London timur hanya untuk ‘berhubungan’ dengan daerah tersebut,” lanjutnya.
“Semua budaya dan tradisi memiliki karakteristik uniknya masing-masing dan tidak boleh dihina secara acak, atau dimanfaatkan oleh politisi dan selebritas untuk tujuan mencari perhatian,” pungkasnya.
Dari klarifikasi tersebut dapat kita ketahui bahwa @MahyarTousi tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan batik, dia hanya ingin mengkritik politisi dari negaranya. Melalui akun twitternya juga dia sudah menyampaikan permohonan maaf.***

Share this article
Momen lucu dimana Indonesia dan Malaysia bersatu saat mengetahui warisan dunia batik dihina saat acara KTT G20.