AYOJAKARTA.COM – Usai gempa Cianjur berkekuatan 5,6 M, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) temukan fakta baru.
BMKG menemukan patahan baru bernama sesar Cugenang yang menjadi pemicu gempa Cianjur pada Senin (21/11/2022).
Sebelumnya BMKG pernah menduga bahwa gempa Cianjur diakibatkan adanya aktivitas sesar Cimandiri yang membentang sampai ke Sukabumi karena pusat gempa dekat dengan sesar tersebut.
Sehingga munculnya pemberitaan ini mematahkan dugaan yang lalu yang menjadi penyebab terjadinya gempa.
Baca Juga: Ngeri! Richard Eliezer Menatap Tajam Ketika Mendengar Kesaksian Sambo, Apa Katanya?
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan jika gempa Cianjur berkekuatan 5,6 M dipicu oleh pergeseran sesar baru yang dinamakan Patahan Cugenang.
Dikutip AyoJakarta.com melalui laman bmkg.go.id Sesar Cugenang tersebut membentang sepanjang 9 kilometer melintasi sembilan desa di dua kecamatan.
Patahan yang terbentang sepanjang 9 kilometer itu harus dikosongkan dari pemukiman penduduk karena disebut sesar aktif. Adapun radius berbahayanya 300-500 kilometer kiri kanannya.
“Sembilan desa yang dilintasi garis patahan tersebut ialah 6 desa di Kecamatan Cugenang yang yang terdiri dari Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot,” ujar Kepala BMKG.
Baca Juga: Disegani di SMA Taruna Nusantara, Berikut Deretan Fakta Trisha Eungelica, Putri Sulung Ferdy Sambo
“Dua desa di Kecamatan Pacet yaitu Desa Ciherang, Desa Ciputri. Selain itu ada juga satu desa lainnya di ujung patahan yakni Desa Nagrak Kecamatan Cianjur,” lanjutnya.
Dikutip dari AyoBandung,com, di atas zona bahaya dari sesar Cugenang sudah dibangun sekitar 1.800 rumah. Zona berbahaya tersebut mempunyai luas 8,09 kilometer persegi.
Maka dari itu, BMKG menyarankan agar ribuan rumah tersebut dipindahkan dan tidak boleh lagi didirikan bangunan di sana.
Hal ini dikarenakan lokasi tersebut rentan mengalami pergeseran atau deformasi getaran dan kerusakan lahan serta bangunan.
Baca Juga: Catat! 11 Titik Kamera ETLE di Jakarta yang Bisa Tindak Pelanggar
Tetapi lokasi tersebut masih bisa digunakan untuk kawasan pertanian, kawasan konservasi lahan resapan hingga objek wisata dengan konsep ruang terbuka.
Kepala BMKG juga menghimbau agar pemerintah memperhatikan sesar aktif lain. Diharapkan peta sesar yang sudah ada dijadikan acuan untuk tata ruang wilayah.***

Share this article
BMKG pernah menduga bahwa gempa Cianjur diakibatkan adanya aktivitas sesar Cimandiri yang membentang sampai ke Sukabumi karena pusat gempa.