AYOJAKARTA.COM - Pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, diputar rekaman CCTV di area sekitar TKP.
Namun tidak nampak Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan.
Rekaman CCTV yang diputar adalah rekaman di depan rumah Ferdy Sambo di Saguling dan rumah Duren Tiga yang merupakan TKP tewasnya Yosua.
Hal ini berbeda dengan kesaksian Richard Eliezer dan Adzan Romer yang mengatakan bahwa melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan berwarna hitam sesaat sebelum menembak Yosua.
Baca Juga: Saksi Ahli Ungkap Adanya Perubahan Sikap dan Penampilan Yosua, Karena Diistimewakan oleh Sosok Ini
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube metrotvnews pada Rabu (21/12/2022), menanggapi hal itu, Hibnu Nugroho sebagai Pakar Hukum Pidana menganggap CCTV yang ada belum bisa mendukung karena hanya menampilkan area depan rumah saja.
“Kalau saya melihat ini adalah baru di luar rumah artinya memang persiapan sebelum masuk rumah yang terlihat, kita belum masuk yang dalamnya. Jadi belum bisa kita menyimpulkan,” kata Hibnu Nugroho.
Setelah persidangan, penasehat hukum dari Ferdy Sambo memberikan respons bahwa tuduhan Richard Eliezer dan Adzan Romer perihal Ferdy Sambo yang memakai sarung tangan sejak turun dari mobil sudah gugur.
“Terdakwa melihat dan publik juga melihat sehingga anasir-anasir, asumsi-asumsi dan kebohongan-kebohongan yang selama ini berkembang terkait dengan penggunaan sarung tangan itu runtuh ya,” ujar Febri Diansyah, sebagai pengacara Ferdy Sambo.
“Bisa disebut tuduhan bahwa Pak Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan itu rontok dengan CCTV tadi,” kata Febri Diansyah menambahkan.
Febri Diansyah berpendapat bahwa rekaman yang ditampilkan berasal dari tiga CCTV yang berbeda ini dapat memperkuat bukti bahwa kesaksisan Richard Eliezer dan Adzan Romer hanya tuduhan belaka.
“Bukan hanya satu CCTV tapi tiga CCTV. Jadi dua CCTV di rumah Saguling di depan lift dan kemudian di garasi dan satu CCTV di Duren Tiga,” ucap Febri Diansyah.
Namun hal ini dibantah oleh Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho.
Menurutnya, apabila CCTV yang ditampilkan merekam ruangan tempat terjadinya perkara, memang bisa menjadi bukti sah kalau Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan.
Tapi rekaman tersebut hanya menampilkan sisi luar rumah Duren Tiga saja.
Kegiatan yang dilakukan Ferdy Sambo di dalam ruangan tidak bisa terlihat.
“Di dalam televisi kan baru yang di luar, yang di dalam kan belum, kita nggak melihat apalagi yang pada saat menyuruh hajar tembak kita kan tidak tahu,” ujar Hibnu Nugroho.
Jadi masih terlalu dini untuk bisa menyimpulkan bahwa Ferdy Sambo tidak memakai sarung tangan.
Selain itu, menurut Hibnu Nugroho perihal sarung tangan ini sesungguhnya tidaklah penting.
“Jadi pemakaian sarung tangan itu tidak penting. Itu hanya memperkuat, kalau memang memakai sarung tangan berarti sempurnalah perencanaannya,” kata Hibnu Nugroho.
Sarung tangan hanya menjadi salah satu bagian dari perencanaan pembunuhan saja.
Masih terdapat banyak bukti lain yang dapat mendukung penentuan pelaku dalam kasus pembunuhan ini.
“Banyak konsep yang mendukung konsep perencanaan, tapi di antara salah satunya adalah sarung tangan,” ungkap Hibnu Nugroho.***

Share this article
Berikut kata Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho terkait Ferdy Sambo yang terlihat tak memakai sarung tangan di rekaman CCTV.