AYOJAKARTA.COM- Penelitian tentang gempa bumi dan tsunami yang diperkirakan akan melanda wilayah selatan Pulau Jawa dan tenggara Sumatera telah banyak disampaikan oleh para ahli.
Beberapa pergerakan zona subduksi yang berada di wilayah selatan Pulau Jawa terus dipantau oleh para ilmuwan.
Meskipun begitu, beberapa gempa yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh gempa pada zona megathrust, namun hal ini telah membuat masyarakat semakin paranoid.
Baca Juga: Tangisan Histeris Ibunda Yosua, Saat Didatangi Oleh Sang Anak Dalam Mimpi: Mama Apa Salah Abang!
Dikutip AyoJakarta.com dari sebuah YouTube Channel @IndoQuake (30/12/2022) sebuah simulasi skenario gempa megathrust dan tsunami dibuat dengan tujuan memetakan potensi gempa gempa besar yang dihasilkan segmen patahan zona megathrust di selatan Banten.
Video simulasi tersebut dibuat pada zona subduksi sekitar selat Sunda dengan kekuatan gempa M 8,7 yang mengakibatkan tsunami 10 meter.
Simulasi gempa besar tersebut kemudian mengakibatkan beberapa kerusakan terparah di wilayah Ujung Kulon dengan skala intensitas IX.
Baca Juga: Cara Membuat Stiker WhatsApp Ucapan Tahun Baru 2023, Bikin Momen Pergantian Tahun Makin Seru
Skala intensitas IX berarti wilayah terdampak mengalami kerusakan hebat (heavy damage).
Pada saat sirine dibunyikan tepat setelah satu menit gempa bumi terjadi, beberapa wilayah terdampak mengalami peningkatan kerusakan dengan skala VIII di beberapa wilayah yaitu Teluk Lada, Pelabuhan Ratu, Lebak Banten (pesisir selatan) dan Sukabumi.
Simulasi tersebut memperlihatkan bahwa dampak gempa yang terjadi tersebut dirasakan bahkan hingga beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Kubu Ferdy Sambo Serahkan 35 Bukti Baru, Benarkah Harkat dan Martabat Sambo Bisa Jadi Pertimbangan?
Selain itu wilayah Sumatera bagian selatan juga mengalami guncangan gempa saat simulasi gempa megathrust tersebut terjadi.
Wilayah Sumatera tersebut terdampak gempa dengan skala intensitas VII (sangat kuat).
Skala intensitas VII ini berarti terjadi kerusakan sedang (moderate damage), hal ini dapat diartikan bahwa banyak Retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah.
Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar atap bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.
Simulasi tersebut berlanjut hingga menit ke 3.30, pada momen tersebut peringatan tsunami dini telah dikeluarkan.
Wilayah yang diprediksi akan terdampak tsunami adalah Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung.
Masyarakat yang berada disekitar pesisir pun dihimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Simulasi tsunami tersebut menampilkan dampak terparah yang terjadi pada selat Sunda hingga beberapa pulau disekitarnya.
Video simulasi tersebut diunggah pada tanggal 27 Oktober 2022 bukan untuk menakut-nakuti masyarakat akan gempa megathrust yang diprediksi akan mengenai wilayah Jawa selatan hingga tenggara Sumatera.
Dengan adanya video simulasi ini, masyarakat dapat lebih mempersiapkan mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi gempa tersebut sehingga dapat meminimalisir korban jiwa.***

Share this article
Gempa bumi dan tsunami diperkirakan akan melanda wilayah selatan Pulau Jawa dan tenggara Sumatera telah banyak disampaikan oleh para ahli.