AYOJAKARTA.COM - Momen pilu diungkapkan oleh ibunda Brigadir Yosua, Rosti Simanjuntak yang mengaku bahwa sang anak hadir dalam mimpinya.
Rosti Simanjuntak mengungkapkan bahwa Yosua hadir dalam mimpinya tiga hari menjelang perayaan Natal.
Bahkan di dalam mimpi, Rosti Simanjuntak mengaku melihat tubuh Yosua yang dipenuhi lubang bekas peluru sambil meminta tolong.
Dikutip Ayokakarta.com dari YouTube Metro TV Jumat 30 Desember 2022, orangtua Brigadir Yosua yaitu Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat berkesempatan mengungkapkan perasaannya.
Baca Juga: Cecar Arti Tangisan Putri Candrawathi, Hakim Alimin: Apakah Itu Merupakan Peran Saudara di Skenario
Rosti Simanjuntak yang tak tahan dengan kejadian yang menimpa anaknya, menangis histeris dan mengingat apa yang telah terjadi serta menceritakan mimpinya yang bertemu almarhum anaknya.
Sambil menangis, Rosti Simanjuntak menceritakan momen pertemuannya dengan sang anak di dalam mimpi di mana saat itu Yosua hadir dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
“Tiga hari sebelum momen Natal anakku datang kepadaku, menangis histeris di dalam mimpiku. Dia datang menarik tangan mamahnya menunjukkan semua lubang yang ada di tubuhnya, di kepalanya” ujar Rosti Simanjuntak sambil terisak.
“Dengan berteriak dia ‘Mamaah, tolong saya’,” tambahnya menirukan ucapan Yosua dalam mimpi.
Baca Juga: Mengejutkan! Ferdy Sambo Akui Peristiwa di Magelang Hanya Ilusi pada Anak Buahnya
Ibunda Yosua juga mengatakan bahwa sebenarnya dirinya tidak kuat untuk hadir dalam acara tersebut.
Namun sang suami yaitu Ayah Yosua, Samuel Hutabarat membujuk Rosti Simanjuntak agar tetap bisa ikut karena tidak ingin berangkat seorang diri.
Rosti Simanjuntak kemudian melanjutkan cerita di dalam mimpinya di mana Yosua terlihat menjerit dan menangis di sana.
“Dengan jerit dan tangis anak saya tiga hari sebelum Natal itu dia datang berulang kali ke mimpi saya, ‘Mamah tidak bisa menolong saya, mamah tidak tolong saya dengan hujanan peluru, dia hujanin saya peluru dengan mata terbuka mamah, apa salah abang mamah’,” ujar Rosti Simanjuntak menirukan jerit tangis Yosua.
Saat itu, Rosti Simanjuntak mengaku hanya mampu berdoa kepada Tuhan karena hanya Tuhan yang menjadi pengharapannya.
Rosti Simanjuntak mengungkapkan perasaannya sambil tetap menangis.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa anakku, saya ngga bisa dekat denganmu, biarlah Tuhan yang menolongmu, biarlah Tuhan yang bersamamu Nak,” ujar Rosti Simanjuntak.
Rosti Simanjuntak berharap semoga Natal ini dapat mengobati lukanya yang sangat dalam ketika harus kehilangan putra yang sangat dicintainya.
Walaupun kini sudah tak bersama lagi, Rosti Simanjuntak hanya mampu mengenang dan mendoakan sang anak agar selalu tenang dalam sisi Tuhan.***

Share this article
Tiga hari menjelang perayaan Natal, Rosti Simanjuntak mengaku Yosua datang ke mimpinya dan meminta tolong.