AYOJAKARTA.COM-- Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua hingga kini masih terus berjalan, padahal sudah tiga bulan yang lalu persidangan atas perkara tersebut digelar di PN Jakarta Selatan.
Kendati demikian Orang tua dari pihak almarhum Yosua untuk pertama kalinya baru bertemu dengan orang tua Richard Eliezer di dalam program Kontroversi Metro TV.
Pada kesempatan itu ibunda dan ayah Eliezer pun menghampiri orang tua Yosua seraya meminta permohonan maaf atas kesalahan dari sang putra (Richard Eliezer).
Baca Juga: Wow! BMKG Catat Ada 10.792 Gempa di Indonesia pada 1 Januari – 29 Desember 2022
"Kami orang tua dari Ichad (Richard Eliezer) memohon maaf dari hati kami yang paling dalam atas apa yang telah Icad lakukan terhadap Yosua," kata Ibunda Eliezer, Rineke Aima Pudihang seperti dikutip dari kanal Youtube Metro TV pada Jumat (30/12/2022).
Seperti yang kita ketahui, bahwasanya Richard Eliezer sendiri merupakan terdakwa yang terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
Sedangkan, Eliezer merupakan seorang mantan ajudan Ferdy Sambo sekaligus sosok yang diperintah Sambo untuk menembak Brigadir Yosua di rumah dinas Duren Tiga pada 8 Juli lalu.
Baca Juga: Penting! Inilah Tanda-tanda Akan Terjadinya Bencana Gelombang Tsunami: Diawali Gempa, Lalu Dentuman
Dalam kesempatan itu pulalah, ayah Yosua Samuel Hutabarat lantas memberikan tanggapan atas ucapan permintaan maaf dari orang tua Eliezer tersebut.
Samuel menyampaikan bahwa semua orang tua itu mengajarkan dan menginginkan anaknya untuk selalu berperilaku baik, begitu pula tidak ada orang tua yang mau anaknya menjadi pembunuh apalagi dibunuh.
"Yang ingin saya sampaikan buat kita selaku orang tua baik dari orang tua Eliezer, baik kami dari orang tua almarhum Yosua saya rasa di dalam hidup ini kita selaku orang tua tidak ada yang menginginkan anaknya menjadi pembunuh dan tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya dibunuh,"kata ayah Yosua, Samuel Hutabarat.
Baca Juga: Cara Beli Tiket Masuk TMII secara Online Anti Ribet, Solusi Hindari Antrean Pintu Masuk
"Kita selalu mengusahakan anak kita ajarkan yang terbaik, kita pimpin secara kerohanian, dipimpin secara pendidikan di sekolah,"imbuhnya.
Kemudian, Samuel pun dengan bijak menanggapi bahwa apa yang telah terjadi itu semua adalah pengaruh lingkungan, sehingga ayah almarhum Yosua pun mengajak untuk mendoakan Eliezer bertobat dan anaknya yang telah meninggal bisa ditempatkan disisi terbaik Tuhan.
"Tapi dalam hal ini kalau saya memperhatikan kejadian ini semua 70% ini pengaruh lingkungan itu lah yang terjadi kepada anak ini," kata Samuel.
"Jadi biarpun begitu marilah kita berdoa bersama agar anak-anak ini boleh bertobat dan anak yang sudah meninggal boleh berada di sisi Tuhan yang terbaik," ucap Samuel.
Kendati demikian, Samuel Hutabarat mengaku akan tetap memaafkan Eliezer tetapi tetap meneruskan proses hukum yang sudah dimulai.
"Memang yang lalu Eliezer di waktu kami bersaksi di persidangan, Eliezer sudah meminta maaf sampai bersujud, dan kami menerima permintaan maafnya itu," katanya.
"Tetapi kita ini kan tinggal di negara hukum tentu kami selaku pihak dari almarhum Yosua tidak mau mendahului proses hukum yang sedang berjalan. Kita biarkan proses hukum yang berjalan ini," jelas Samuel.
Mengingat ajaran dalam kepercayaannya yang mengajarkan untuk selalu memaafkan segala kesalahan seseorang, agar Tuhan pun ikut mengampuni umatnya, itulah yang menjadi prinsip keluarga Yosua untuk dapat memaafkan Richard Eliezer.
"Sedangkan di agama kita pun diajarkan apalagi kita sama-sama nasrani, Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa ampunilah orang yang bersalah kepadamu supaya Tuhan Allahmu mengampuni engkau," ucapnya.
"Itulah dasarnya bagi kami keluarga almarhum Yosua memaafkan dia," tambahnya.***

Share this article
Saling bertemu, orang tua Richard Eliezer meminta maaf ke orang tua Brigadir J. Ada momen haru dibalik pertemuan itu, begini kisahnya...