Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Pakai Dana APBD dan Berujung Polemik, Ini Jawaban Tegas Ridwan Kamil

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Pakai Dana APBD dan Berujung Polemik, ini Jawaban Tegas Ridwan Kamil
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Pakai Dana APBD dan Berujung Polemik, ini Jawaban Tegas Ridwan Kamil

AYOJAKARTA.COM - Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar yang menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sebesar Rp1 Triliun masih menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjawab dengan sopan dan tegas terkait kritikan pembangunan tempat ibadah dengan dibiayai oleh anggaran milik daerah atau negara.

Dikutip AyoJakarta melalui unggahan @ridwankamil di Instagram pada Selasa, 3 Januari 2023, menegaskan bahwa penggunaan dana anggaran adalah kewenangan penyelenggara negara (pemerintah) dan pemerintah juga berusaha untuk memenuhi dan melaksanakan segala aspirasi dari rakyat.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Beberkan Larangan Bagi Perempuan yang Sedang Haid, Muslimah Wajib Tahu!

Unggahan tersebut menampilkan 4 foto yang berkaitan dengan pembangunan berbagai tempat ibadah baik menggunakan APBD maupun APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Dalam Slide 1 terlihat seorang warganet dengan akun @outstandjing mengutarakan kritikannya terkait masjid yang pembangunannya dibiayai oleh APBD.

"Bikin mesjid itu perbuatan mulia, berwakaf jd amal jariyah. Tapi kalau mesjid pakai dana APBD? Pembayar pajak itu berbagai kalangan. Akad & niat bayar pajak BUKAN akad & niat wakaf," tulis @outstandjing.

@Outstandjing mengatakan bahwa dalam agama Islam tidak sembarang dana dapat dipakai untuk pembangunan masjid.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad : Ada Keindahan Terselip dari Dibenci oleh Orang Lain, Begini Penjelasan UAS

Ia menguatkan opininya dengan mengajak warganet lain untuk membaca Surat ke-9 (At-Taubah) ayat 17-18 dan 107-108 dalam kitab suci Al Qur'an.

Terkait kritikan tersebut, Ridwan Kamil menjawab dengan santai melalui caption di unggahannya.

"Akang @outstandjing yth, Penggunaan dana negara itu adalah kesepakatan bersama, dibahas dengan musyawarah bersama rakyat dalam forum Musrenbang," balas Ridwan Kamil.

Kang Emil (Sapaan Ridwan Kamil) juga menjelaskan bagaimana sistem demokrasi dapat berjalan yaitu dengan cara menampung aspirasi dari rakyat kemudian disampaikan melalui perwakilan eksekutif maupun legislatif.

"Itulah kenapa, kita memilih demokrasi. Dimana rakyat bisa menitipkan aspirasi melalui pemda atau sistem perwakilan yaitu DPR/D. Masjid, Gereja, Pura semua BISA dibiayai negara selama itu disepakati eksekutif dan legislatif," ucap Kang Emil.

Pada foto slide ke-2, Kang Emil menjelaskan bagaimana dulu Masjid Istiqlal dibangun menggunakan dana dari APBN.
 
"Masjid Istiqlal dibiayai 7 Milyar rupiah di tahun 1961 melalui APBN," tulis Kang Emil.

Foto pada slide ke-3 dalam unggahan Kang Emil menunjukkan bagaimana dana APBD juga digunakan untuk pembangunan gereja di wilayah yang mayoritas beragama Kristiani, yaitu di daerah Manokwari, Papua Barat.
 
"Di wilayah mayoritas kristiani APBD dialokasikan untuk gereja," lanjut Kang Emil.

Begitu pula proyek pembangunan Pura di Bali yang bahkan menggunakan dana dari APBD dan juga APBN pada slide ke-4.
"Di wilayah Bali, APBD/N dipakai untuk membangun kawasan ibadah Pura," tambahnya.

Kang Emil menjelaskan bahwa kewajiban rakyat adalah membayar pajak, sedangkan penggunaan suatu anggaran adalah wewenang dari penyelenggara negara (pemerintah).

"Jika akang senang isu transportasi publik dan tidak suka masjid, silakan saja. Kewajiban anda adalah membayar pajak, namun hukum positif mengatakan, penggunaannya adalah wilayah kewenangan penyelenggara negara."

Dalam keterangan terakhirnya, Kang Emil mengatakan bahwa pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar merupakan suatu aspirasi dari jutaan warga Jawa Barat melalui ormas-ormas Islam yang sudah dititipkan melalui pemerintah sejak 7 tahun yang lalu, dan pemerintah sudah memenuhi janji untuk membangunnya.

"Flashback. Jutaan warga Jawa Barat melalui berbagai ormas Islam menitipkan aspirasi rakyat Jawa Barat agar dibangun Masjid Raya Provinsi sejak 7 tahun yang lalu. Karena selama ini Masjid Raya Provinsi mengkudeta masjid Agung Kota Bandung. Dan itulah yang kami lakukan: memenuhi dan membangun aspirasi rakyat," tegas Kang Emil.

"Demikian penjelasan saya, sekaligus edukasi untuk semua yang mau jernih berpikir dan belajar. Hatur Nuhun," tutupnya.***
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Masjid Al Jabbar
# Ridwan Kamil
# Jawa Barat

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.