AYOJAKARTA.COM - Guncangan gempa bumi terjadi di wilayah Selatan Jawa Timur pada Sabtu pagi (7/1/2023).
Menurut informasi yang disampaikan oleh Daryono melalui grup WhatsApp yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, gempa bumi ini berkekuatan M 4,7.
Kemudian berdasarkan episenternya, gempa bumi ini terletak pada koordinat 10.78 LS dan 112.54 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 293 km arah Barat Daya Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan kedalaman 10 km.
Selain itu dijelaskan oleh Daryono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif dasar laut.
Meskipun Daryono tidak menyebutkan secara spesifik sesar apa yang menjadi penyebab gempa bumi ini, aktivitas kegempaan di laut Malang Selatan pernah dijabarkan olehnya pada tahun lalu.
Hal ini berkaitan dengan gempa bumi yang melanda wilayah perairan selatan Malang tepatnya 10 April 2021.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 dengan kedalaman 60 km tersebut berada berdekatan dengan Pusat Gempa merusak dimasa lalu.
Dalam artikel yang diunggah melalui laman bnpb.go.id (7/1/2023), Daryono pun menjabarkan bahwa beberapa gempabumi merusak di Jawa Timur pada masa lalu terjadi pada tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972.
Daryono juga menyebutkan bahwa zona gempa bumi Malang Selatan merupakan kawasan aktif yang sering terjadi dan dirasakan.
"Zona Gempa Selatan Malang merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan,” tulis Daryono dalam laman bnpb.go.id.
Lebih lanjut, Daryono menyebutkan bahwa pengulangan gempabumi yang terjadi di Selatan Malang tersebut sekaligus menjadi fenomena yang patut diwaspadai
"Gempa Selatan Malang yang destruktif merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempabumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa adalah benar. Kita patut waspada,” jelas Daryono.
Dalam sebuah Jurnal Sains dan Seni yang dikeluarkan oleh ITS dengan judul "Analisis Bahaya Kegempaan di Wilayah Malang Menggunakan Pendekatan Probabilistik", diterangkan beberapa hal terkait aktivitas seismik yang berada di wilayah Malang.
Salah satunya adalah penjelasan senada yang diungkapkan oleh Daryono mengenai aktivitas kegempaan di Malang Selatan.
Namun pada jurnal ini dijelaskan pula aktivitas sesar aktif yang berada di Malang bagian utara.
Aktivitas sesar tersebut berada di wilayah Bumiaji yang merupakan daerah penelitian ini dan didominasi dengan aktivitas sesar Kendeng.
Sedangkan wilayah penelitian di bagian selatan yaitu Sumbermanjing didomninasi oleh gempa subduksi (megathrust).***

Share this article
Gempa bumi kembali mengguncang tanah air pada Sabtu 7 Januari 2023 di Malang kekuatan 4,7 M, BMKG : perlu di waspadai