AYOJAKARTA.COM---Gempa Cianjur dengan guncangan sangat besar capai 5,6M terjadi pada 21 November 2022 lalu.
Gempa ini meluluhlantakan wilayah Cianjur karena banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur. Tak hanya kerugian materi, bahkan musibah ini menelan korban jiwa hinngga 334 orang.
Pihak terkait terus meneliti penyebab dari gempa bumi yang sangat mengejutkan masyarakat ini.
Terkini, tujuh sesar aktif yang mengelilingi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah berhasil teridentifikasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Tak hanya itu saja, BMKG bahkan menduga masih ada patahan atau sesar lain yang mengancam dan belum teridentifikasi di area sekitar Cianjur.
Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG kemudian meminta masyarakat agar tetap waspada berkaitan dengan resiko bencana gempa bumi yang terjadi di Cianjur.
Baca Juga: Ferdy Sambo Buat Jaksa Heran Soal CCTV yang Tidak Ada Tujuan Akhir: Apa Maksudnya?
Dikutip AyoJakarta dari Suara.com, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan kepada masyarakat Cianjur untuk tidak panik tetapi tetap waspada berkaitan dengan keberadaan sesar tersebut.
“Jangan panik, namun warga harus tetap waspada ketika membangun rumah harus tahan gempa atau berkonsultasi ke dinas terkait sebelum membangun. Pemerintah daerah harus kembali mengatur tata ruang per wilayah, sebagai upaya antisipasi terjadi gempa serupa kemudian hari," katanya saat dihubungi Suara.com dalam artikel BMKG Deteksi 7 Sesar Aktif di Sekeliling Cianjur
Dwikorita kemudian menjelaskan bahwa BMKG telah melakukan pencegahan dan mitigasi bencana gempa bumi berupa identifikasi kluster patahan dan sosialisasi hasil kajian ke pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan tentang hasil identifikasi sesar yang menyebabkan gempa 5,6 Mangnitudo di Cianjur beberapa bulan lalu. Sesar tersebut diketahui bernama Sesar Cugenang.
Tak hanya itu saja, ia juga menjelaskan tentang keberadaan sesar lain yang sudah teridentifikasi melintasi daerah Cianjur.
"Sesar yang melintasi dan mengelilingi Cianjur diantaranya Sesar Cimandiri, Sesar Nyalindung-Cibeber, Sesar Rajamandala, termasuk sesar lain yang berdekatan dengan Cianjur seperti Sesar Cirata, Sesar Padalarang Bagian Barat dan Sesar Lembang," katanya
Daryono menjelaskan, Cianjur merupakan daerah yang berdiri di atas zona sesar yang cenderung rumit dan aktif yang sebagian besar di antaranya merupakan bagian dari Sesar Cimandiri, termasuk Sesar Cugenang yang sangat aktif.
Di sisi lain, pihaknya juga menaruh kecurigaan tentang aktivitas kegempaan di zona Sesar Cimandiri yang kemungkinan berasal dari sesar lain yang belum teridentifikasi.
"Sesar yang belum terpetakan harus menjadi kewaspadaan semua pihak karena ditakutkan akan terjadi aktivitas kegempaan yang merusak. Pemerintah daerah harus melihat aspek histori atau sejarah kegempaan di wilayahnya," katanya.***

Share this article
BMKG akhirnya berhasil mengidentifikasi 7 sesar aktif yang mengelilingi kabupaten Cianjur, dan menegaskan hal ini