AYOJAKARTA.COM - Fenomena munculnya sebuah pulau baru ke permukaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pasca gempa M7,5 mengejutkan publik.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @dongenggeologi (11/1/2023), Kepala Desa Teinaman, Tanimbar Utara mengatakan,"Temuan di Desa Teinaman, Kecamatan Tanimbar Utara, gempa bumi berkekuatan magnitudo lebih dari 7 mengakibatkan munculnya tumpukan material sehingga membentuk pulau baru."
Pada keterangan unggahan tersebut, dituliskan beberapa keterangan dari para ahli terkait kemunculan pulau tersebut.
Baca Juga: Breaking News! Gempa Bumi Tektonik Berpusat di Laut Guncang Kabupaten Pangandaran M 4,3
Menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Herfien Samalehu, kemunculan pulau tersebut disebabkan oleh desakan pada lempeng samudra tua/slab saat subduksi yang masuk ke dalam mantel bumi.
Lebih lanjut Herfien menerangkan bahwa aktivitas tersebut disebabkan juga karena gempa yang terjadi di Tanimbar merupakan gempa bermodel thrusting atau adanya patahan naik dari subduksi Laut Banda.
Hal itu dapat dilihat dari analisis lokasi hiposenter dan kedalamannya, sehingga dari model jenis gempa tersebut akan menyebabkan kenaikan atau uplift dan juga akan menyebabkan penurunan atau subsidence di sisi lain.
Selain itu, peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eko Yulianto menyatakan bahwa kemunculan pulau tersebut diakibatkan patahan gempa bumi dalam istilah geologi.
Baca Juga: Breaking News! Gempa Bumi Tektonik Berpusat di Laut Guncang Kabupaten Pangandaran M 4,3
Proses pengangkatan dan penurunan daratan terjadi akibat mekanisme siklus gempa yang disebabkan oleh dua fase yaitu inter seismic merupakan fase awal gempa bumi dan fase coseismic adalah fase ketika gempa tektonik terjadi.
Sementara itu Daryono menyebutkan bahwa fenomena semacam ini merupakan fenomena biasa yang disebut dengan istilah mud volcano.
Dikutip dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh ita.co.id dengan judul "ITS Berikan Wawasan Tentang Mud Volcano" (11/1/2023), ahli Geologi dari Universitas Trisakti, Dr Ir Muhammad Burhanuddin mengatakan bahwa mud volcano terdiri dari atas semua material yang dikeluarkan dari perut bumi baik berupa padat, plastis, cair, dan gas.
Burhan mengatakan bahwa fenomena mud volcano telah banyak dijumpai sebelum kemunculannya di Maluku, salah satunya adalah lumpur lapindo pada 2006.
"Mud volcano ini sebenarnya gejalanya sudah lama di beberapa daerah seperti Sangiran, Kalanganyar dan masih banyak lagi. Namun, hal ini semakin menarik sejak lumpur Lapindo terjadi pada tahun 2006," ujar Burhan.
Selain itu dalam website geologi.co.id memberikan penjelasan bahwa thole mud volcano merupakan struktur pembubungan (piercement structures) yang memperlihatkan lepasnya sedimen dengan tekanan berlebih (overpressure). Membubung ke atas (upward piercing) dari bawah permukaan ke permukaan bumi (from subsurface to the Earth’surface) dikarenakan oleh adanya pengapungan dan perbedaan tekanan (buoyancy and differential pressure).”
Selain itu dijelaskan pula fenomena mud volcano ini tidak sama seperti gunung merapi, karena tidak akan mengeluarkan lava hanya akan mengeluarkan lumpur dan gas rawa.
Lebih lanjut pada website geologi.co.id menjelaskan bahwa lapisan batuan diisi oleh berbagai macam batuan salah satunya batuan sedimen yang selama jutaan tahun terendapkan dan membentuk suatu formasi.
Selain itu, terdapat lapisan yang fluid dan membawa kandungan gas.
Kemudian akibat adanya tekanan dan temperatur yang panas di dalam tanah hingga ke lapisan batuan yang fluid tersebut, secara otomatis membuat lapisan batuan yang fluid mencari jalan untuk naik dan membuat bumbungan di dalam tanah.
Hal itu dapat menyebabkan lapisan batuan yang fluid tersebut mengeluarkan materialnya seperti tanah, batu, dan gas ke permukaan.***

Share this article
Apa itu Mud Volcano? Pulau Misterius yang Muncul Pasca Gempa M7,5. Simak penjelasan para ahli berikut ini.