AYOJAKARTA.COM - Pembunuhan seorang bocah berusia 11 tahun oleh dua remaja di Makassar masih menjadi pembicaraan hangat. Motif para pelaku tidak lain adalah karena termakan iming-iming tingginya harga jual organ tubuh dalam sebuah situs online.
Kejadian penjemputan M. Fadli Sadewa oleh salah satu pelaku di dekat rumahnya terekam kamera CCTV. Para pelaku kini sudah diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan.
Baru-baru ini, dikabarkan bahwa rumah kedua pelaku telah dirusak warga yang merasa geram dengan perbuatan pelajar di bawah umur tersebut.
Baca Juga: Geram! Rumah Remaja Pelaku Pembunuhan di Makassar Dibongkar Paksa Oleh Warga!
Hal yang bisa lebih membuat geram adalah adanya kabar bahwa keluarga pelaku sempat menawarkan emas 10 gram pada keluarga korban agar perbuatan keji anak-anak mereka tidak dilanjutkan dalam ranah hukum.
"Mamanya bilang waktu tersangka A baru ditangkap dia bilang tenang maki Bu jangan maki terlalu ribut saya bisa ganti nyawa anak ta dengan emas 10 gram," ujar Erni, tante korban dilansir Ayojakarta.com dari Celebesmedia.id.
Menanggapi hal tersebut, keluarga korban menolak dengan tegas dan menginginkan kasus ini ditangani dengan seharusnya.
Baca Juga: Tergiur Harga Jual Organ Tubuh, Dua Remaja Bunuh Bocah!
"Saya mau tersangka dihukum setimpal, nyawa harus dibayar nyawa. Saya sudah sakit hati sekali sudah dari kemarin kita cari ternyata pas ditemukan sudah meninggal," ucap Erni.
Sebelumnya, Fadli dikabarkan menghilang dan sang ibu pun membuat laporan ke kantor polisi. Berkat rekaman CCTV, kedua pelaku berhasil diringkus kurang dari 24 jam.
Menurut kabar terbaru yang dilansir Ayojakarta.com dari unggahan Instagram @gosipnyinyir2, polisi akan mendatangkan psikolog dalam proses pemeriksaan kedua pelaku.

Share this article
Agar tindak kejahatan anaknya tidak diproses hukum, orang tua salah satu pelaku berusaha menyuap keluarga korban dengan emas.