AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua kembali membongkar fakta mengejutkan.
Sebagai Pengacara Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak tentu tak segan-segan untuk membela kliennya untuk mendapatka haknya.
Salah satu hal yang dilakukan oleh Kamaruddin Simanjuntak adalah dengan membuka kejanggalan dari banyaknya informasi yang ia terima.
Baca Juga: Awas Salah Kaprah! Begini Hukum Wudhu Saat Full Make Up? Perempuan Wajib Tahu!
Pengacara Brigadir Yosua satu ini, belakangan ini memang sering menyita perhatian publik.
Salah satunya adalah dalam podcast di kanal YouTube Uya Kuya ia mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo sebelumnya melakukan gladi resik sebelum penembakan Yosua.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Senin, 23 Januari 2023 berikut ulasannya.
Sebelumnya Kuasa Hukum keluarga Brigadir J ini menilai bahwa otak utamanya bukan Ferdy Sambo, melainkan Putri Candrawathi.
Disebut Putri Candrawathi melakukan peran sesuai dengan yang telah disepakati.
Dimana menurut Kamaruddin skenario tersebut telah dipersiapkan sejak Juni 2022.
“justru otak di belakang ini kan PC, dan PC itu memerankan apa yang sudah mereka sepakati jadi kesepakatan mereka dari bulan Juni adalah menghabisi Yosua,” ujat Kamaruddin.
Lalu menurut Pengacara Brigadir J, Putri Candrawathi membawa kliennya ke Magelang dimana sebelumnya mereka melakukan Gladi Resik (GR).
“kemudian PC itu berperan sesuai dengan kesepakatan mereka membawa ke Magelang, ketika Yosua ke Magelang mereka melakukan gladi resik atau GR untuk pembunuhan berencana,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa adanya peran tukang siomay dalam eksekusi Brigadir J.
Kamaruddin mengaku bahwa dirinya memiliki video dari peran tukang siomay tersebut.
“kemudian peran tukang siomay yang mondar-mandir depan rumah itu pada saat pembunuhan tidak terungkap di persidangan, untuk mengontrol situasi,” ujarnya.
“saya dapat videonya, kemudian ada yang kirim intel saya,” tambahnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua kembali membongkar fakta mengejutkan. Sebut otak pembunuhan Putri Candrawatahi bukan Sambo