AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak, selaku kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menjadi sosok yang mencuri banyak perhatian.
Dikenal karena kegigihannya membela keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak rupanya mempunyai kisah hidup yang memilukan.
Tidak banyak yang mengetahui cerita pilu di dalam hidupnya itu.
Ya, rupanya Kamaruddin Simanjuntak kehilangan istri dan anaknya saat ia membela kasus Bella Putri Soekarno.
Baca Juga: Tak Puas Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ferdy Sambo Seret 'Label' Bintang Dua di Sidang Banding
Tak heran jika Kamaruddin Simanjuntak cukup lantang mengungkap adanya gerakan gerilya di balik ditangkapnya Ferdy Sambo, seorang petinggi polri, dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Ia terlihat berusaha keras untuk mengungkap fakta kematian Brigadir J bukanlah karena tembak menembak.
Dengan segala keberanian serta gaya bicara yang selalu berapi-api, membuat nama Kamaruddin Simanjuntak mendadak heboh.
Namun siapa sangka di balik sosoknya yang menggebu-gebu ternyata ada cerita pilu yang pernah dialami oleh Kamaruddin.
Awalnya Kamaruddin mengungkapkan tidak gentar jika banyak mendapatkan teror. Lantas ia menceritakan tragedi kelam yang pernah menimpa anak dan istrinya.
“Tahun 2016 waktu saya membela putri Soekarno dulu. Istri saya baru jalan 400 meter dari rumah baru keluar komplek, dibakar istri saya dan anak saya, jadi saya udah ga ada takut,” ujar Kamaruddin, dilansir dari Youtube Seleb Oncam News, Rabu 24 Agustus 2022 lalu.
“Pokoknya jangan pernah takut sama bandit, bandit yang harus takut,” sambungnya.
Baca Juga: Cerita Ujang Zaenal Bisa Lolos dari Maut, Target ke 10 dalam Serial Killer Aki Wowon Cs
Kamaruddin tertekan saat ini ia tidak peduli apapun teror yang didapatkan.
“Jadi kalau kita gak takut dan berani, kejahatan yang berkurang,” ujarnya.
“Tapi kalau kita takut sama mafia. Untuk itu mari kita bantah Polri dari mafia,” sambungnya.
Begitulah Ia menceritakan cerita pilu dalam hidupnya mengenai istri dan anaknya yang dibakar hidup-hidup.
Profil Kamaruddin Simanjuntak
Perlu diketahui, Kamaruddin Simanjuntak lahir pada 21 Mei 1974, yang berarti usianya kini memasuki 48 tahun.
Pria berdarah batak tersebut memutuskan untuk merantau ke Jakarta, setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Siborongborong pada tahun 1992.
Sebelumnya, Kamaruddin tidak terpikir untuk menjadi pengacara.
Berasal dari keluarga miskin, membuat dirinya nekat untuk mengadu nasib di ibu kota.
Asam garam kehidupan nampaknya sudah dilalui oleh pria berkumis ini.
Ia sempat hidup luntang lantung, bahkan tinggal di kolong jembatan di daerah Klender, Jakarta Timur karena tidak mampu membayar uang kos.
Selama tiga bulan, dirinya menjadi gelandangan dan bekerja serabutan demi bisa bertahan hidup.
Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Tantangan Martin Simanjuntak Tidak Penting, Pengacara PC : Tak Ada Buktinya...
Berbekal ijazah SMA yang dimilikinya, Kamaruddin mencoba melamar kerja di beberpa perusahaan.
Hingga pada tahun 1993, ia diterima bekerja sebagai customer service sebuah restoran.
Dari sana, ia mencoba merintis bisnis kecil-kecilan, namun sayang, usahanya tak berjalan lancar.
Gagal menjalankan usaha, Kamaruddin Simanjuntak lantas mencoba berbagai pekerjaan selama perantauannya.
Baca Juga: Febri Diansyah Sebut Tantangan Martin Simanjuntak Tidak Penting, Pengacara PC : Tak Ada Buktinya...
Ternyata, pria berperawakan tinggi besar ini akhirnya memutuskan untuk menjadi sales, tenaga penjual.
Dari sana, ia mulai tertarik untuk menjadi pengacara.
Atas cita-citanya itu, ia mendaftar kuliah di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Jakarta pada tahun 2000.
Maka sampai kini setelah tuntutan JPU kepada ke lima tersangka sudah dijatuhi, sosok Kamarudin Simanjuntak masih menjadi tonggak dalam kasus ini. ***

Share this article
Dikenal karena kegigihannya membela keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak rupanya mempunyai kisah hidup yang memilukan.