AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Kuat Ma'ruf membacakan pembelaan atau pledoi atas tuntutan turut serta membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dalam pembelaannya, Kuat mengaku bukan orang yang sadis sehingga tega membunuh Yosua yang ia kenal baik.
"Demi Allah SWT saya bukan orang sadis, tega dan tidak punya hati untuk membunuh orang apalagi orang yang saya kenal baik dan pernah menolong saya," kata Kuat dalam pledoinya.
Setelah itu, Kuat Maruf membacakan salah satu ayat dalam Al-Qur'an, yakni Surah Ar-Rahman ayat 9.
Surat itu sendiri memiliki arti dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. Ia berharap hakim bisa adil pada dirinya saat memberikan vonis hukuman nantinya.
"Semoga majelis hakim yang terhormat dapat berlaku dengan seadil-adilnya," ucap Kuat.
Di sisi lain, Kuat Ma'ruf turut mengungkapkan bahwa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pernah memberikannya sejumlah uang untuk membantu membayar uang sekolah anaknya lantaran sudah dua tahun tidak bekerja sebagai sopir keluarga Ferdy Sambo.
Baca Juga: 'Hantu' Jenderal Bintang 1 Diduga Gentayangan Bantu Sambo Ringankan Hukuman, Martin Ungkap Sosoknya
"Almarhum Yosua juga baik kepada saya. Bahkan saat saya 2 tahun tidak bekerja lagi dengan Bapak Ferdy Sambo, Almarhum Yosua pernah membantu dengan rezekinya karena saat itu anak saya belum bayar uang sekolah," kata Kuat di depan majelis hakim di PN Jakarta Selatan yang dikutip dari kompastv live, Selasa (24/1).
Menurut Kuat Maruf, ia merasa dimanfaatkan oleh penyidik Polri terkait kematian Yosua sehingga mengikuti sebagian BAP yang disampaikan oleh Richard Eliezer.
BAP tersebut turut mengungkap bahwa Brigadir Yosua tewas dieksekusi oleh Richard Eliezer atas perintah Sambo.
"Saya akui Yang Mulia saya bodoh saya dengan mudah dimanfaatkan oleh penyidik untuk mengikuti sebagian BAP dari Richard, saya merasa bingung dan tidak mengerti dengan semua proses persidangan yang saya sedang berjalan. Tapi saya tetap berusaha untuk menjalankan proses persidangan sebagaimana seharusnya walaupun sampai saat ini saya tidak tahu salah saya apa dan saya tidak mengerti kenapa saya dituduh ikut dalam perencanaan pembunuhan Almarhum Yosua," jelasnya lebih lanjut.***

Share this article
Dalam pembelaannya, Kuat mengaku bukan orang yang sadis sehingga tega membunuh Yosua yang ia kenal baik.