AYOJAKARTA.COM – Nama Anies Baswedan kian menjadi perbincangan publik, hal tersebut berkenaan dengan perjanjian politik bersama Prabowo serta Sandiaga Uno.
Setelah tidak lagi menduduki kursi DKI 1, Anies Baswedan mulai sering menemui pendukungnya yang tersebar di penjuru tanah air.
Akibat safari politik yang dilakukan, Anies Baswedan bahkan sempat dilaporkan ke Bawaslu lantaran adanya penyalahgunaan rumah ibadah untuk kampanye.
Sebelum berkiprah di kancah politik tanah air, Anies dikenal sebagai Rektor Termuda di Indonesia dengan usianya yang saat itu 38 tahun.
Semasa menjadi Rektor Universitas Paramadina di tahun 2007 hingga 2015, Anies sempat menunjukkan kompetensi akademiknya dengan program Paramadina Fellowship.
Yaitu program kerjasama antara mahasiswa dengan sejumlah pebisnis yang bekerjasama dengan Universitas Paramadina.
Selain itu Anies juga mewajibkan satu mata kuliah baru untuk dipelajari oleh mahasiswa; adapun yang menjadi mata kuliah tersebut adalah Anti Korupsi.
Bukan sekedar teori, Anies juga memperkenalkan kepada para mahasiswanya mengenai proses investigasi hingga jalannya persidangan.
Usai gagal dalam konvensi calon presiden dari Partai Demokrat di tahun 2013, Anis memutuskan untuk bergabung dengan Jokowi-JK.
Peran Anies dalam tim pemenangan sebagai Juru Bicara, kemudian membuatnya dipercaya untuk memimpin Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Tiga tahun masa pemerintahan Joko Widodo periode pertama, tepatnya di tahun 2017 peran Anies sebagai Menteri diganti oleh Muhadir Efendi.
Baca Juga: Daftar Penetapan Formasi dan Rincian CPNS dan PPPK Tahun 2023, Simak Informasi Lengkapnya di Sini
Saat masih menjabat sebagai menteri, sejumlah manuver kebijakan di dunia pendidikan juga sempat dilakukan oleh Anies Baswedan.
Dari mulai perubahan kurikulum, program Indonesia mengajar, program Guru Garis Depan, Sekolah Hari Pertama, dan program Beasiswa Unggulan.
Berbekal pengalaman tersebut, bersama Sandiaga Uno, Anies kemudian maju dalam pemilihan gubernur menghadapi pasangan Ahok-Djarot.
Semasa memimpin Jakarta, Anies kemudian membangun Jakarta International Stadium yang menghabiskan anggaran mencapai 4,5 Triliun rupiah.
Bukan hanya itu, Anies juga membangun sirkuit Formula E, yang menyedot anggaran sebesar 190 Miliar rupiah.
Selain dua fasilitas tersebut, Anies juga memperkenalkan sejumlah hal lain seperti sumur resapan, pelebaran trotoar, juga pengadaan jalur sepeda.
Menyikapi perkembangan zaman dan kebutuhan pengaduan masyarakat, Anies kemudian memperkenalkan aplikasi Jakarta Masa Kini atau JAKI.
Dalam hal transportasi, Anies juga memperkenalkan kartu Jak Lingko yang berfungsi untuk mengcover kebutuhan masyarakat di sektor transportasi.
Atas usahanya memperkenalkan aplikasi Jaki dan Jak Lingko, Anies Baswedan kemudian mendapatkan sejumlah penghargaan. ***

Share this article
Anies Baswedan kian jadi buah bibir karena berkenaan dengan perjanjian politik bersama Prabowo dan Sandiaga Uno.