AYOJAKARTA.COM - Kasus yang membelit mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo hingga kini masih bergulir.
Ferdy Sambo diduga menjadi dalang atas terbunuhnya Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga.
Sejak mencuatnya kasus Ferdy Sambo ini, publik selalu dibuat penasaran.
Bagaimana tidak, berbagai teka-teki dan misteri pun turut mewarnai perkara tersebut.
Kini, para terdakwa telah dituntut hukuman oleh JPU.
Baca Juga: Wakil Ketua MA Blak-Blakan Ungkap Misteri Lobi-Lobi Pada Vonis Ferdy Sambo: Kami Percaya…
Seperti diketahui, Ferdy Sambo mendapat tuntutan penjara seumur hidup.
Menjelang vonis yang akan dijatuhkan hakim dalam waktu dekat, Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Amsal Sampetondok yang merupakan Paman Ferdy Sambo mengungkapkan permintaannya.
Ia meminta supaya nantinya vonis untuk Ferdy Sambo bisa lebih ringan.
"Kami mohon dengan sangat mohon-mohon jangan dihukum berat," ujar Amsal Sampetondok dikutip ayojakarta.com dari sulsel.suara.com pada Rabu (8/2/2023).
Ia menjelaskan, selama menjalani hukuman Ferdy Sambo dan istrinya mengalami banyak penderitaan.
"Apalagi selama menjalani hukuman hingga saat ini begitu besar penderitaan yang dialami Ferdy Sambo dengan PC," tambahnya.
Amsal Sampetondok bahkan mengatakan hukuman seumur hidup sangatlah berlebihan.
Apalagi menurut sang paman, Putri Candrawathi sebagai korban tidak pantas dihukum delapan tahun penjara.
Baca Juga: Trisha Eungelica Anak Ferdy Sambo Bagikan Kedekatan dengan Seseorang via TikTok, Siapakah Itu?
Ia pun meminta keringanan karena menurutnya perbuatan tersebut tidak akan terjadi jika tanpa adanya alasan.
"Hukuman seumur hidup berlebihan sepertinya. Kok yang korban dihukum delapan tahun? ya nggak pantaslah mbak," tutur Paman Ferdy Sambo.
"Berikanlah keringanan, tidak mungkin perbuatan (pembunuhan) kalau tidak ada alasannya," pintanya.
Paman Ferdy Sambo juga menyebut Putri Candrawathi sebagai korban mendapat bullyan.
Dia lalu mempertanyakan perasaan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang mendapat cacian.
"Begitu besar PC sudah korban, kemudian dibully, kemudian gelombang besar masuk. Bagaimana perasaan seorang Ferdy Sambo dan Putri dicaci, difitnah. Ini yang harus jadi pertimbangan (majelis hakim)," pungkasnya.
Amsal Sampetondok mengharapkan pertimbangan dari JPU dan Majelis Hakim.
Ia juga menjelaskan betapa teririsnya perasaan Ferdy Sambo waktu itu hingga akhirnya menyebabkan peristiwa berdarah tersebut.
"Hanya satu saya minta pertimbangan JPU dan Majelis Hakim," ungkap Amsal Sampetondok.
"Karena begitu teriris Ferdy Sambo ini, dia pertaruhkan keluarganya sehingga ini terjadi. Siapa yang mau niat membunuh, itu nggak ada," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di sulsel.suara.com dengan judul Keluarga Ferdy Sambo di Makassar: Kami Mohon Jangan Dihukum Berat.***

Share this article
Amsal Sampetondok, Paman Ferdy Sambo membongkar penderitaan keponakannya dan Putri Candrawathi selama ini.