AYOJAKARTA.COM--Di saat publik masih fokus pada vonis hukuman mati untuk Ferdy Sambo, mantan Penyidik Novel Baswedan melihat adanya kasus lain yang coba ditutupi.
Sebagai mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan memiliki intuisi yang menuntunnya sampai pada dugaan ada kejahatan besar lain yang masih disembunyikan oleh Ferdy Sambo.
Karena hingga vonis untuk Ferdy Sambo dan Putri Cadrawathi dibacakan Hakim, motif pembunuhan Yosua dinilai masih abu-abu.
Jaksa menuduhkan bahwa motif pembunuhan Yosua adalah karena adanya perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan Yosua, sedangkan Hakim menyimpulkan motif pembunuhan adalah karena adanya sakit hati dari Putri.
Namun Hakim hanya menyampaikan itu saja tanpa ada penjelasan lebih lanjut mengenai motif dan kenapa Putri Candwrawathi bisa merasa sakit hati yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Novel Baswedan kemudian berasumsi bahwa motif pembunuhan Yosua lebih besar dibanding apa yang dituduhkan oleh Jaksa dan Hakim.
Ada kemungkinan kejatahan besar lainnya yang ditutupi oleh Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Mantan Pemimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Bambang Widjojanto juga menduga bahwa Yosua mengetahui terlalu banyak informasi mengenai kegiatan melanggar hukum yahg dilakukan oleh Ferdy Sambo.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Bayaran Menjadi Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Ternyata Segini…
Karena dugaan itulah maka Ferdy Sambo akhirnya memutuskan untuk menghabisi nyawa Yosua dengan kedok motif adanya pelecehan seksual yang dilakukan korban kepada istrinya.
“Sebenarnya motif pelecehan itu yang kemudian digembor-gembokan terus menerus itu memang ingin menghilangkan jejak yang sesungguhnya terjadi gitu,” kata Bambang Widjojanto.
“Justu itu ditujukan untuk mengaburkan peristiwa agar tidak terjadi fakta hukum yang dijadikan dasar, itu yang menurut saya jahatnya tuh di situ,” tambahnya dalam podcast di youtube Novel Baswedan.
Narasi pelecehan seksual yang muncul di persidangan hanyalah dari pengakuan Putri Candrawathi saja tanpa didukung oleh bukti apapun yang bisa diakui oleh hukum.
“Jangan-jangan yang menjadi motif itu yang tidak ingin dibuka adalah suatu kejahatan baru, saya khawatir itu,” kata Novel.
Dimungkinkan inilah yang membuat penasihat hukum dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak bisa membicarakan motif secara apa adanya.
“Apakah ini dibikin heboh karena ada kejahatan lain yang diduga terjadi dan sampai saat ini belum terungkap,” kata Bambang Widjojanto.
Novel Baswedan mengamati informasi-informasi yang beredar pada publik mengenai kejahatan besar lainnya yang diduda dilakukan Ferdy Sambo, salah satunya adalah kasus narkoba.
“Ada lagi dugaan-dugaan yang lain, contohnya keterkaitan masalah narkoba, itu yang terhebat,” ungkap Novel Baswedan.***

Share this article
Novel Baswedan mengamati informasi-informasi yang beredar pada publik mengenai kejahatan besar lainnya yang diduda dilakukan Ferdy Sambo