AYOJAKARTA.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali merilis hasil Tracer Study 2023 yang memberikan gambaran lengkap tentang kondisi alumni, khususnya lulusan Teknik Perminyakan (TM) angkatan 2016.
Tracer Study ini menjadi tolok ukur penting untuk mengetahui perkembangan karier dan penghasilan para alumni setelah beberapa tahun bekerja di industri.
Menurut data yang dihimpun, penghasilan lulusan Teknik Perminyakan ITB angkatan 2016 bervariasi cukup signifikan.
Gaji terendah yang diterima adalah sebesar Rp2,5 juta per bulan, sementara gaji tertinggi mencapai Rp70 juta per bulan.
Dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp12,8 juta per bulan, angka ini menunjukkan bahwa lulusan Teknik Perminyakan ITB memiliki prospek yang cukup menjanjikan di dunia kerja.
Tidak hanya gaji pokok, bonus yang diterima oleh para alumni TM ITB juga terbilang menggiurkan.
Bonus terendah tercatat sebesar Rp4 juta, sedangkan bonus tertinggi yang berhasil diraih adalah Rp150 juta. Rata-rata, para lulusan menerima bonus sebesar Rp52,1 juta, yang menambah daya tarik profesi di bidang ini.
Prospek kerja bagi lulusan Teknik Perminyakan ITB sangat beragam.
Banyak dari mereka yang bekerja di perusahaan minyak nasional maupun asing seperti Pertamina, Medco, CNOOC SES, Exxon, Chevron, Total E&P, dan BP.
Selain itu, bidang pemerintahan seperti BP MIGAS atau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menjadi pilihan karier yang diminati.
Di luar industri minyak dan gas, lulusan TM ITB juga memiliki peluang bekerja di sektor perbankan dan asuransi.
Mereka seringkali dipekerjakan sebagai analis risiko yang bertanggung jawab dalam penilaian kredit dan klaim terkait eksploitasi minyak dan gas.
Hal ini menunjukkan fleksibilitas lulusan TM dalam berbagai bidang pekerjaan.
Bagi mereka yang tertarik pada dunia akademis, peluang untuk melanjutkan studi baik di dalam negeri maupun luar negeri juga terbuka lebar.
Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan di universitas-universitas terkemuka dan menjadi peneliti atau dosen di bidang perminyakan.
ITB sendiri juga menyediakan program beasiswa untuk alumni yang ingin mendalami keilmuan di bidang ini.
Tidak sedikit pula alumni TM ITB yang memilih jalur kewirausahaan setelah mendapatkan pengalaman kerja.
Beberapa di antara mereka bahkan mendirikan usaha di bidang migas atau sektor lain seperti pendidikan, makanan, dan minuman. Pengalaman kerja di industri sebelumnya menjadi modal penting dalam merintis bisnis mereka.
Keberhasilan alumni TM ITB tidak terlepas dari kuatnya hubungan antara Program Studi Teknik Perminyakan ITB dengan para alumni.
Dukungan dari alumni dalam berbagai bentuk, baik itu finansial, jaringan, maupun mentoring, turut membantu pengembangan program studi ini sehingga tetap menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Dengan berbagai peluang karier yang tersedia, kuliah di Teknik Perminyakan ITB menjadi investasi masa depan yang menjanjikan.
Lulusan dari program studi ini dipersiapkan untuk terjun ke dunia energi, memainkan peran penting dalam industri minyak dan gas, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Tracer Study ITB 2023 memberikan gambaran yang jelas tentang masa depan yang cerah bagi lulusan Teknik Perminyakan ITB. Baik dari sisi penghasilan, bonus, maupun prospek kerja, lulusan TM ITB memiliki potensi untuk meraih kesuksesan yang gemilang dalam karier mereka.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan bidang energi, ITB tetap menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan impian mereka.***

Share this article
Dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp12,8 juta per bulan, angka ini menunjukkan bahwa lulusan Teknik Perminyakan ITB...