AYOJAKARTA.COM -- Universitas Airlangga (UNAIR) telah merilis daya tampung untuk program sarjana pada tahun akademik 2024/2025.
Penerimaan mahasiswa baru ini akan dilakukan melalui tiga jalur utama yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri.
Total daya tampung UNAIR ini termasuk beberapa jurusan dengan jumlah mahasiswa yang seangkatannya kurang dari 100 orang.
Pada jalur SNBP, UNAIR menetapkan kuota minimum untuk memastikan bahwa mahasiswa berprestasi dapat diterima. Jalur SNBP menjadi salah satu favorit karena seleksinya yang berdasarkan prestasi akademik selama di bangku sekolah.
Dengan begitu, peluang diterima di jalur ini cukup kompetitif dan membutuhkan persiapan yang matang dari calon mahasiswa.
Selanjutnya, jalur SNBT yang lebih berfokus pada hasil tes yang diadakan secara nasional.
Kemudian jalur Mandiri UNAIR menyediakan kuota maksimum bagi calon mahasiswa. Jalur ini memungkinkan UNAIR untuk menerima mahasiswa berdasarkan berbagai kriteria yang mungkin tidak tercakup dalam SNBP dan SNBT.
Jalur Mandiri sering kali menjadi pilihan terakhir bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah di UNAIR.
Salah satu program studi dengan jumlah mahasiswa seangkatan kurang dari 100 adalah Akuakultur di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FIKKIA) Banyuwangi.
Program studi ini memiliki daya tampung sebanyak 75 mahasiswa. Akuakultur menawarkan pendidikan yang mendalam tentang budidaya perairan yang sangat relevan dengan potensi kelautan Indonesia.
Program studi Fisika juga memiliki daya tampung yang relatif kecil, yakni hanya 80 mahasiswa. Program studi ini menekankan pada penelitian dan pengembangan ilmu fisika yang fundamental dan aplikatif. Diharapkan, lulusan Fisika UNAIR dapat berkontribusi dalam bidang penelitian dan industri teknologi.
S1 Ilmu Sejarah juga hanya menerima 80 mahasiswa. Program studi ini berfokus pada studi sejarah nasional dan internasional, memberikan perspektif yang luas tentang perkembangan peradaban manusia.
Lulusan Ilmu Sejarah memiliki peluang besar untuk bekerja di bidang pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.
Program studi Matematika dan Kimia masing-masing memiliki daya tampung 90 mahasiswa. Kedua program studi ini sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Matematika fokus pada analisis dan pemodelan matematis yang digunakan di berbagai bidang, sementara Kimia memberikan pengetahuan mendalam tentang materi dan reaksinya.
Biologi juga memiliki daya tampung 90 mahasiswa. Program studi ini menawarkan pendidikan yang komprehensif tentang kehidupan organisme dan ekosistemnya. Lulusan Biologi diharapkan dapat bekerja di bidang penelitian, konservasi, dan industri bioteknologi.
Teknik Biomedis, dengan daya tampung 90 mahasiswa, merupakan program studi yang relatif baru namun sangat penting.
Program studi ini menggabungkan prinsip-prinsip teknik dengan ilmu biologi untuk mengembangkan teknologi kesehatan. Lulusan Teknik Biomedis dapat bekerja di rumah sakit, perusahaan teknologi medis, dan laboratorium penelitian.
Dengan daya tampung yang telah ditentukan, UNAIR berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi seluruh mahasiswanya.
Penerimaan mahasiswa melalui jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa untuk memilih jalur yang sesuai dengan kemampuan dan prestasi mereka.
Jumlah mahasiswa yang diterima di masing-masing program studi juga mencerminkan komitmen UNAIR untuk menjaga kualitas pendidikan.
Dengan jumlah mahasiswa yang relatif kecil di beberapa program studi, UNAIR dapat memberikan perhatian lebih kepada setiap mahasiswa, memastikan proses belajar mengajar yang optimal.
UNAIR berharap dengan penerimaan mahasiswa baru ini, institusi dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang unggul dan berkompeten di berbagai bidang.
Share this article
Total daya tampung UNAIR ini termasuk beberapa jurusan dengan jumlah mahasiswa yang seangkatannya kurang dari 100 orang.