AYOJAKARTA.COM - Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, yang dikenal dengan Program Studi Filsafat dan Program Studi Filsafat Keilahian untuk jenjang Sarjana, membuka seleksi pendaftaran mahasiswa baru tanpa mengharuskan calon mahasiswa menjalani tes matematika atau hitung-hitungan.
Persyaratan masuk hanya mencakup tes yang menilai kecerdasan berpikir, kemampuan berbahasa Inggris dan Indonesia, serta pengetahuan sosial.
Persyaratan Masuk:
- Lulus tes masuk dengan materi ujian:
- Kecerdasan Berpikir
- Bahasa Inggris
- Bahasa Indonesia
- Ilmu Pengetahuan Sosial
- Memenuhi persyaratan administrasi.
Pendaftaran Mahasiswa Baru:
- Gelombang II: 6 Juni - 5 Juli 2024
- Ujian Masuk: Selasa, 9 Juli 2024 pukul 08:00 s/d selesai (Online)
Biaya Studi Sarjana Tahun Akademik 2024/2025:
- Tes Masuk Mahasiswa Baru: Rp 600.000
- Daftar Masuk atau Daftar Ulang per Semester: Rp 550.000
- Biaya Kegiatan SEMA per Mahasiswa per Semester: Rp 300.000
- Denda Keterlambatan Daftar Ulang per Semester: Rp 250.000
- Dana Pengembangan Pendidikan (DPP): Rp 8.500.000
- Biaya Paket Kuliah-KRS per Semester: Rp 7.000.000
- Biaya Kuliah Dasar per Semester: Rp 1.000.000
- Denda Keterlambatan KRS per Semester: Rp 400.000
- Biaya Konversi per SKS Mahasiswa Pindahan: Rp 50.000
- Biaya per SKS bagi Mahasiswa Pendengar per Semester: Rp 300.000
- Biaya Bimbingan Penulisan Skripsi: Rp 750.000
- Biaya Cuti atau Tidak Kuliah: Rp 1.000.000
- Biaya Pengambilan Ijazah, Transkrip Nilai (asli), dan Legalisasi: Rp 200.000
- Biaya Terjemahan Ijazah, Transkrip Nilai dan Legalisasi: Rp 200.000
Sejarah Singkat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Dua tahun setelah wafatnya Romo Driyarkara, pada tahun 1969, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara didirikan.
Berawal dari pertemuan di Susteran Theresia, Prof. Dr. Fuad Hassan dan Prof. Dr. Slamet Iman Santosa mewujudkan cita-cita almarhum untuk mendirikan sekolah filsafat yang terbuka, mandiri, dan menjadi pusat pengembangan filsafat di Jakarta.
Pemberian nama Driyarkara merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan visinya. STFD terus berkarya hingga saat ini, melahirkan para pemikir kritis dan sarjana filsafat yang berkontribusi dalam berbagai bidang.
Semangat Driyarkara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keterbukaan, dan dialog antarbudaya terus menginspirasi STFD.
Sekolah ini berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan filsafat yang relevan dengan konteks Indonesia dan dunia, serta melahirkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan zaman.
Salah satu tokoh nasional yang terkenal di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara adalah Franz Magnis-Suseno SJ.
Selain menjadi alumni, dia juga mengajar di STF Driyarkara dan dikenal karena kontribusinya dalam filsafat politik dan etika.***
Share this article
Perguruan tinggi ini masuk kuliah tanpa ada tes matematika atau hitung-hitungan loh, kamu berminat daftar?