AYOJAKARTA.COM - Sistem Simpatika tahun 2025 merupakan platform digital transformatif yang dirancang untuk memetakan kompetensi guru secara komprehensif.
Antonius Welhelmus Lopis, Kepala Subdirektorat Pendidikan Guru Agama Kristen Kementerian Agama, menjelaskan bahwa Simpatika bukan sekadar sistem administratif.
Melainkan juga ekosistem digital yang mengintegrasikan profil kompetensi guru dari berbagai dimensi.
"Kami menggunakan algoritma canggih untuk melakukan penilaian multidimensional yang mencakup aspek pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian," tambahnya dikutip dari kanal YouTube YERI KARBUI, Minggu (26/1/2025).
Baca Juga: Penerbitan NRG di Info GTK 2025: Begini Cara Mengatasinya Jika Tidak Muncul, Gampang Banget!
Platform ini menggunakan teknologi big data dan machine learning untuk menganalisis jejak digital profesional guru.
Mulai dari riwayat pendidikan, publikasi akademik, inovasi pembelajaran, hingga rekam jejak pengembangan profesional berkelanjutan.
Prof. Dr. Fajar Apollo Sinaga, A.Pt., M.Si., koordinator pelaksana PPG wilayah Sumatera, merinci mekanisme pemetaan kompetensi.
"Setiap guru akan melalui proses penilaian bertingkat yang melibatkan analisis mendalam terhadap portofolio digital," jelasnya.
Fajar Apollo Sinaga juga menegaskan bahwa, "Sistem kami tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi menggunakan sistem skor komprehensif yang mempertimbangkan kualitas dan relevansi setiap dokumen yang diunggah."
Simpatika menggunakan parameter penilaian yang mencakup lima domain utama:
1. Kualifikasi akademik
2. Pengalaman mengajar
3. Kemampuan pedagogis
4. Karya inovatif
5. Kontribusi dalam pengembangan pendidikan
Setiap parameter dinilai dengan metode skoring yang kompleks, memungkinkan pemetaan kompetensi guru secara objektif dan mendalam.
Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, pakar kebijakan pendidikan dari Universitas Kristen Indonesia, menjelaskan visi transformatif Simpatika.
"Platform ini dirancang untuk enciptakan basis data dinamis tentang kompetensi guru di Indonesia. Kami tidak hanya melakukan pemetaan statis, tetapi membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan," jelasnya.
Sistem ini memungkinkan pelacakan perkembangan profesional guru secara real-time, memberikan rekomendasi pengembangan personal.
Dan menciptakan peta kompetensi pendidikan yang dapat digunakan untuk perencanaan strategis kebijakan pendidikan nasional.
"Simpatika 2025 adalah revolusi digital dalam manajemen sumber daya pendidikan yang memungkinkan kita untuk pertama kalinya memiliki gambaran komprehensif tentang kapasitas dan potensi guru di seluruh Indonesia," tambahnya dengan antusias.***
Share this article
Sistem Simpatika 2025 ini bisa menjadi ekosistem digital yang mengintegrasikan profil kompetensi guru dari berbagai dimensi.