AYOJAKARTA.COM - Reformasi sistem Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 membawa perubahan fundamental dalam proses pembentukan calon guru profesional.
Menurut Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikbudristek, "Integrasi PPL ke dalam setiap tahap pembelajaran merupakan transformasi revolusioneryang bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual."
Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menempatkan PPL di akhir program.
Model baru ini memungkinkan peserta untuk langsung mengaplikasikan teori yang dipelajari dalam situasi nyata di sekolah.
Para calon guru akan mendapatkan exposure terhadap realitas pembelajaran sejak awal program.
Hal ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara bersamaan dan berkesinambungan.
Baca Juga: Tangis Haru Guru Honorer Terhalang Status P3K, Perjuangan PPG 2025 Belum Berakhir
Implementasi PPL terintegrasi ini didukung oleh sistem mentoring yang komprehensif dan kolaboratif.
"Setiap peserta PPG akan didampingi oleh tim mentor yang terdiri dari dosen pembimbing, guru pamong, dan praktisi pendidikan yang akan memberikan bimbingan intensif sepanjang program," jelas koordinator program PPG.
Para mentor akan membantu peserta menganalisis dan merefleksikan pengalaman mengajar mereka.
Selain itu, para mentor juga dapat memberikan umpan balik konstruktif dan membantu mengidentifikasi area pengembangan.
Proses pembelajaran di kelas teori juga akan langsung dikaitkan dengan pengalaman praktik, menciptakan siklus pembelajaran yang lebih dinamis dan relevan.
"Dengan sistem ini, tidak ada lagi kesenjangan antara teori dan praktik. Setiap konsep yang dipelajariakan langsung diuji dan diaplikasikan dalam konteks nyata," tambah tim pengembang kurikulum PPG.
Program PPL terintegrasi ini juga mencakup sistem evaluasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Seperti yang dijelaskan dalam dokumen kurikulum PPG 2025, "Penilaian kemajuan peserta akan dilakukan secara holistik, mempertimbangkan perkembangan kompetensimengajar, kemampuan refleksi, dan pertumbuhan profesional secara keseluruhan."
Para peserta akan mengembangkan portofolio profesional yang mendokumentasikan perjalanan pembelajaran mereka.
Termasuk rencana pembelajaran, hasil refleksi, video mengajar, dan bukti pencapaian lainnya.
"Sistem evaluasi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap lulusan PPG benar-benar siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern," ujar tim evaluasi program PPG.
Dengan pendekatan ini, para calon guru tidak hanya dipersiapkan untuk mengajar.
Tetapi juga untuk terus berkembang sebagai profesional pendidikan sepanjang karier mereka.
Share this article
Model baru ini memungkinkan peserta untuk langsung mengaplikasikan teori yang dipelajari dalam situasi nyata di sekolah.