AYOJAKARTA.COM — Memilih jurusan kuliah adalah salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. Namun, tidak jarang jurusan kuliah yang menjadi favorit banyak orang ternyata memiliki prospek kerja yang biasa saja.
Terdapat jurusan kuliah yang terfavorit tapi prospek kerjanya biasa saja, mulai dari jurusan Kesejahteraan Sosial sampai Hubungan Internasional.
Dikutip dari YouTube Bagus Satrio Utomo, Selasa, 18 Juni 2-2024, berikut adalah 10 jurusan yang sering kali menjadi idaman banyak orang, tetapi sayangnya, prospek kerjanya tidak secerah yang dibayangkan.
1. Kesejahteraan Sosial
Jurusan Kesejahteraan Sosial sering kali dianggap sebagai pilihan yang mulia, namun setelah lulus, banyak mahasiswa yang bingung dengan prospek kerjanya.
Di luar negeri, jurusan kuliah ini kurang populer karena permintaan tenaga ahli di bidang ini tidak besar. Kebanyakan lulusan bekerja di sektor terbatas seperti kementerian atau dinas sosial, namun posisi ini sangat terbatas.
2. Sastra Korea
Jurusan Sastra Korea menjadi populer karena demam budaya Korea, seperti K-Pop dan drama Korea. Namun, kuliah 4 tahun hanya untuk belajar bahasa terasa kurang efektif.
Prospek kerjanya terbatas pada bidang penerjemahan atau pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus selain bahasa, seperti frontliner di bank.
3. Sastra Inggris
Meski bahasa Inggris adalah bahasa global, jurusan Sastra Inggris sering kali menghasilkan lulusan yang hanya berakhir sebagai penerjemah atau guru bahasa. Dalam era globalisasi, kemampuan bahasa Inggris penting, tetapi banyak yang bisa mempelajarinya tanpa harus melalui pendidikan formal yang panjang.
4. Televisi dan Film
Jurusan Televisi dan Film tampak glamor, tetapi faktanya, banyak lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Di era digital, banyak konten kreator sukses tanpa pendidikan formal di bidang ini.
Jurusan ini juga memerlukan biaya kuliah yang mahal dan ekspektasi yang tinggi, sementara hasilnya belum tentu sepadan.
5. Administrasi Publik
Administrasi Publik atau Administrasi Negara biasanya ditargetkan untuk menjadi PNS. Namun, posisi PNS sangat terbatas, sementara jumlah lulusan tiap tahun terus meningkat. Banyak lulusan yang akhirnya bekerja di posisi yang bisa diisi oleh lulusan jurusan lain, membuat persaingan semakin ketat.
6. Desain Komunikasi Visual (DKV)
DKV menjadi jurusan favorit di era yang semakin visual. Namun, lulusan DKV sering kali menerima gaji yang rendah dan persaingan yang ketat.
Banyak desainer berbakat yang tidak memerlukan pendidikan formal, karena keterampilan desain dapat dipelajari secara otodidak.
7. Ilmu Gizi
Ilmu Gizi sering disalah artikan sebagai jalan untuk menjadi dokter spesialis gizi. Kenyataannya, lulusan Ilmu Gizi biasanya bekerja sebagai dietisien atau ahli gizi yang posisinya lebih rendah dibandingkan dokter. Prospek kerjanya terbatas dan sering kali membutuhkan izin dokter untuk berpraktik.
8. Arsitektur
Arsitektur dikenal sebagai profesi yang bergengsi, namun kenyataannya, banyak lulusan arsitektur yang bersaing dengan lulusan teknik sipil. Jurusan arsitektur sangat berat, tetapi lapangan pekerjaan terbatas. Banyak lulusan yang berakhir dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
9. Farmasi
Jurusan Farmasi tampak menjanjikan, tetapi tanpa menjadi apoteker, prospek kerjanya cukup suram. Banyak lulusan Farmasi yang bekerja dengan gaji rendah dan berada di bawah tekanan besar. Persaingan untuk menjadi apoteker sangat ketat dan prosesnya panjang.
10. Hubungan Internasional
Hubungan Internasional sering kali dianggap sebagai jurusan yang prestisius, tetapi prospek kerjanya tidak jauh berbeda dengan jurusan komunikasi. Kebanyakan lulusan bekerja di bidang komunikasi atau public relations dan hanya sedikit yang benar-benar menjadi diplomat.
Memilih jurusan kuliah harus dilakukan dengan mempertimbangkan prospek kerja dan minat pribadi.***

Share this article
Terdapat jurusan kuliah yang terfavorit tapi prospek kerjanya biasa saja, mulai dari jurusan kesejahteraan sosial sampai HI.