Muncul Kebijakan Penghapusan Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA, Kemendikbud: Itu Berita Lama

Kepala BSKAP Kemendikbudristek, Anindito Aditomo
Kepala BSKAP Kemendikbudristek, Anindito Aditomo

AYOJAKARTA.COM - Kebijakan penghapusan jurusan IPA,IPS dan Bahasa di Sekolah Menengah Atas (SMA) tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat.

Munculnya kebijakan tersebut menuai banyak tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya yaitu Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbud).

Melalui Kepala BSKAP Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, mengatakan bahwa kebijakan penghapusan jurusan di jenjang SMA ini bukanlah hal yang baru.

"Ini sebenarnya perlu saya klarifikasi dulu, ini bukan kebijakan baru, ini kebijakan yang sudah sejak tahun 2021 kita terapkan secara bertahap," ungkap Anindito Aditomo dikutip dari Kompas TV pada Sabtu, 20 Juli 2024.

Baca Juga: 5 Ide Usaha Kecil Menguntungkan di Garasi, Gak Perlu Sewa Ruko dan Meninggalkan Rumah

Ia mengatakan jika kebijakan penghapusan jurusan IPA, IPS dan juga bahasa di SMA merupakan implementasi dari Kurikulum Merdeka.

Pihaknya mengatakan jika kurikulum ini dikembangkan pada tahun 2020 dan pernah diujicobakan di tahun 2021.

Lebih lanjut, Anindito menjelaskan jika kurikulum ini akan ditetapkan menjadi kurikulum nasional di tahun 2024.

Sementara itu, kebijakan penghapusan jurusan di SMA ini telah telah diterapkan di lebih dari separuh SMA di Indonesia sejak tahun lalu.

Baca Juga: Belum Lulus Sudah Dicari Perusahaan BUMN! Cek 11 PTN Jurusan S-1 Teknik Kimia dengan Akreditasi Unggul

"Sejak tahun lalu, itu sudah lebih dari separuh SMA di Indonesia menerapkan ini. Jadi ini bukan berita baru, ini bukan sesuatu yang orang baru tahu sekarang," jelas Anindito.

Tidak hanya itu, ia juga menegaskan jika sudah sejak 2 tahun kebelakang kebijakan penghapusan jurusan ini sudah diterapkan banyak SMA di Indonesia.

Kepala BSKAP Kemendikbudristek itu juga mengatakan bahwa penerapan kebijakan penghapusan jurusan di jenjang SMA akan dicoba secara menyeluruh di tahun ini.

Melalui kebijakan penghapusan jurusan di SMA ini, Anindito yakin diskriminasi terhadap murid jurusan non-IPA dalam seleksi nasional mahasiswa baru bisa terhapus.

Ia juga menambahkan jika banyak orang tua yang mengarahkan sang anak untuk untuk memilih jurusan IPA.

Orang tua menganggap jurusan IPA akan lebih mudah untuk mendaftar kuliah atau kerja.

Padahal ini belum tentu sesuai dengan bakat, minat dan juga karir sang anak. Penghapusan jurusan di SMA ini diharapkan mampu mendorong murid untuk lebih eksplorasi dan refleksi minat, bakat dan rencana karir di masa depan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# IPA
# Bahasa
# jurusan
# IPS
# SMA

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.