AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 19 jenis produk dry shampoo milik Unilever ditarik dari pasaran Amerika Serikat dan Kanada karena diduga menyebabkan kanker.
Kabar penarikan 19 produk sampo Unilever inipun menghebohkan masyarakat Indonesia.`
Menanggapi berita tersebut, pihak Unilever buka suara dengan memberikan tanggapan resminya.
Dikutip Ayojakarta.com dari website resmi Unilever Indonesia www.unilever.co.id yang diterbitkan tanggal 26 Oktober 2022, pihak Unilever Indonesia menuliskan bahwa Unilever Amerika Serikat dan Kanada menarik kode lot produksi spesifik dari dry shampoo, bukan sampo cair, yang diproduksi sebelum Oktober 2021.
Baca Juga: Imbas Penarikan Sampo Unilever di AS, BPOM Tegaskan Produk Tersebut Tidak Beredar Resmi di Indonesia
Penarikan dry shampoo ini dilakukan setelah ditemukan adanya peningkatan kadar benzena pada produk dry shampoo.
Pihak Unilever akan melakukan penyelidikan internal untuk mengidentifikasi adanya peningkatan kadar benzena sebagai upaya kehati-hatian.
Evaluasi dampak kesehatan juga akan dilakukan secara independen untuk menyimpulkan bahwa kadar benzena yang terkandung tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Unilever tidak menggunakan benzena sebagai bahan dan menerapkan standar keamanan yang tinggi secara global yang membatasi jumlah jejak benzena yang dapat terjadi karena keberadaan alaminya dalam bahan baku tertentu.
Unilever Indonesia juga menyatakan jika pihaknya bukan bagian dari penarikan dry shampoo tersebut.
Unilever terus bekerjasama secara aktif dengan otoritas terkait untuk memastikan produk-produk yang diedarkan di Indonesia aman untuk masyarakat.
Dikutip ayojakarta.com dari laman resmi BPOM Indonesia pada Senin (31/10/2022), dari 19 produk sampo yang ditarik Amerika Serikat dan Kanada, terdapat dua produk yang ternotifikasi (memiliki izin edar) dan 17 (tujuh belas) produk lainnya tidak terdaftar di BPOM.
Produk tersebut adalah TRESEMME Dry Shampoo Volumizing, ternotifikasi di BPOM dengan nama TRESEMME Volume Clean Dry Shampoo dan TRESEMME Dry Shampoo Fresh and Clean, ternotifikasi di BPOM dengan nama TRESEMME Fresh Clean Dry Shampoo.
Namun berdasarkan data importasi, sampai saat ini produk tersebut belum pernah diimpor ke Indonesia.
Cemaran Benzen pada sampo diduga berasal dari propelan.
Propelan/bahan pendorong merupakan bahan yang dibutuhkan produk dalam bentuk sediaan aerosol yang berfungsi mendorong isi produk keluar dari kemasan dengan tekanan tertentu.
BPOM akan terus memantau isu Benzen dalam kosmetika dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pakar, akademisi, asosiasi, dan lintas sektor terkait baik di tingkat nasional maupun internasional.
BPOM mengimbau masyarakat untuk selalu bersikap cerdas dalam memilih dan menggunakan produk kosmetika.***

Share this article
Unilever Indonesia buka suara terkait 19 produk sampo yang ditarik dari pasaran sementara itu BPOM terus melakukan pemantauan.